Tuesday, April 25, 2023

whats up on 2023

its a new me! Had been working along with Statistical indonesia Institution as an Entrior Partner, so do joining into 4 stars Hotel in Aceh as an Sales Executive. Being a person with a higher education is not an obstacle for me to start my journey in working as a sales. eventhough i am graduated master degree in communication from reputable university, its time for me to against myself emotion to face the world and also learn to solve a problem. Theres in one thing become of my concern, Once if your nieche or team is unrespect to you just let it go, the officer is not convenience as you think. theres a lot of people had they own ambition, so that just dont baper and remark anything what they says.

Sunday, November 21, 2021

so long time, its already the end of 2021

Wow Long Time No seeeee

It s been 6 th years since i wrote my life on my blog.

Time goes so fast then.

Now, i think life is really different. i see my life in different perspective. there is nothing can measure what i felt and what i get.

there  were so many thing happened, for example my status, now i become a mother. so many responsibilities  i should do. but something i believe in my life is my child is not my investment. All the things i do and i want is really to make her happy. 

i dont want to be an obstacle on her life, even when i sick later while i sleep on my bed in a hospital maybe..

that's why i try to be strong in any situation in life.  because i want to make her seeing the world, i want her to see the world as a  big chance or giving chance. 

enough for today i will continue later.

have a nice day!


Monday, August 17, 2015

Substansi Nilai Islami dalam Syariat

Opini                                                                    
Substansi Nilai Islami dalam Syariat                

Sepak terjang penerapan syariat islam di Aceh sudah sejak lama bergaung, mulai dari mangkirnya janji Presiden Soekarno, hingga masa Orde Baru yang nyaris menghilangkan syariat islam melalui perubahan peraturan undang undang pemerintahan daerah menjadi undang-undang pemerintahan di daerah yaitu UU No 5 tahun 1974, dalam UU ini penegakkan syariat islam yang menjadi salah satu keistimewaan yang diberikan untuk Aceh tidak pernah disinggung lagi. Namun kegundahan tersebut tidak berlangsung lama, pada  masa reformasi, Presiden BJ Habibie menandatangani UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh yang meliputi bidang agama, adat, pendidikan dan peran ulama dalam kebijakan.  Kemudian penerapan syariat islam pun mulai mengalami titik terang tatkala penandatanganan Undang Undang otonomi khusus Nomor 18 tahun 2001 oleh presiden Megawati yang membenarkan pembentukan Mahkamah Syari’ah baik pada tingkat rendah ataupun tingkat tinggi, wewenangnya meliputi seluruh bidang syari’at yang berkaitan dengan peradilan dan menyatakan kedudukan peradilan tersebut sama dengan peradilan umum. Dari sinilah penerapan syariat islam dibawah kepemimpinan Gubernur Abdullah Puteh menemukan momentum, tepatnya 1 Muharranm 1423 mulai diterapkan secara kaffah di Aceh. Lalu bagaimana penerapannya sekarang? 14 tahun sudah penerapan syariat islam di aceh. Selama itu pula syariat islam menjadi hukum atau aturan bagi masyarakat aceh. Mengutip sedikit pendapat Doktor Saifuddin Dhuhri, ketika syariat menjadi hagemoni, maka penerapannya akan  bersifat koersif. Hal demikian benar adanya, ketika dibentuknya polisi syariat di bawah dinas syariat islam, maka keberadaan lembaga tersebut adalah sebagai pengontrol jalannya syariat islam di serambi mekkah ini. Hukuman cambuk pun tidak segan-segan diberlakukan bagi mereka yang melanggar, mulai dari maisir, khalwat, dan khamar yang belakangan menjadi perdebatan oleh Amnesty International (AI). Sedikit mengoreksi mengenai artian khalwat, khalwat adalah kegiatan spiritual yang dilakukan oleh Nabi Muhammad yang dilakukan di Gua Hira sampai beliau menerima wahyu. Khalwat bukanlah kegiatan biasa, ini adalah kegiatan yang sarat makna, sebuah proses untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Khalwat juga disebut uzlah atau mengasingkan diri dari keramaian untuk membersihkan hati sehingga dengan sempurna menerima petunjuk dari Allah SWT. Kegiatan ini khalwat atau bersunyi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah tetap diteruskan Nabi terutama di 10 hari menjelang akhir Ramadhan. Padanan kata Khalwat sendiri merupakan I’tikaf. (baca: Sufimuda) Namun belakangan kata khalwat ini diartikan menjadi berdua duaan, pacaran, yang dengan negative bermakna mesum. Entah dari mana perubahan kata tersebut, hal ini bisa diakibatkan oleh segelintir orang yang justru ingin menghilangkan makna kata dari tradisi islam itu sendiri. Sehingga menjadi benar kalau istilah khalwat yang melenceng ini terus dipopulerkan, bukan suatu hal yang mustahil suatu generasi kelak akan bertanya, “Koq Nabi yang mulia mau melakukan Khalwat????” Oleh karenanya penggunaan istilah ini sudah seharusnya diluruskan.
Menanggapi pemberitaan serambi, 16 juli mengenai Grand Desain Syariat Islam Butuh Dukungan Semua Pihak. Maka sebenarnya dibutuhkan sebuah upaya pembelajaran evaluasi, apakah program syariat islam selama ini sudah maksimal atau belum, apa sebenarnya visi yang diharapkan mampu tercapai?
Sedikit saya menyuguhkan hasil penelitian ”How Islamic are Islamic Countries” penelitian ini dilakukan oleh Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?
Penelitian ini melibatkan beberapa Negara sebagai sampel termasuk Negara mesir. Indikator pun diambil dari ajaran islam melalui Alquran dan hadist. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.
Menurut hasil penelitian, New Zealand berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua, lalu Ireland, Iceland dan Negara-negara eropa lainnya. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140. Sementara Mesir sebagai Negara islam, menduduki peringkat 153. Sungguh ironis.
Hal demikian diungkapkan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa, Beliau mengatakan ”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab,” katanya. Benar saja, budaya antri, saling tolong menolong, kejujuran, menjaga kebersihan dan nilai nilai islami lainnya banyak kita lihat di negara2-negara seperti eropa, jepang ketimbang di Indonesia atau Timur tengah yang notabene penduduknya muslim.
Belajar dari penelitian tersebut, maka sudah selayaknya kita mampu mengartikan seperti apa nilai islam itu sendiri. Bukan hanya sebatas simbolis, tapi bagaimana substansi keislaman tersebut mampu tercermin.
Pendidikan berbasis nilai islami
Sebagai otonomi khusus, Aceh memiliki peraturan khusus menegenai pelaksanaan pendidikan, di antaranya Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pendidikan & Pasal 6 Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, maka aceh diberikan keleluasaan dalam memasukkan system pendidikan berbasis nilai islami sebagai pilar keempat dalam pendidikan. berbeda dengan system pendidikan nasional yang hanya memiliki 3 pilar pendidikan, yaitu; 1) aksestabilitas, mencakup di dalamnya perluasan kesempatan belajar dan pemerataan pendidikan; 2) peningkatan mutu dan daya saing, dan 3) peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik. Namun, sungguh ganjil jika melihat keadaan dilapangan, seolah2 program diniyah, penambahan jam ajar agama menjadi 4 jam, tidak juga mampu mengubah perilaku dan cerminan islami oleh anak didik yang tentunya menjadi penerus bangsa. Tawuran, bahkan data Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov) Aceh pada tahun 2012 lalu, di mana Lhokseumawe menduduki peringkat pertama terbanyak pelaku seks pra-nikah di kalangan pelajar, yaitu 70 persen, menyusul Banda Aceh sebanyak 50 persen (Serambi 15/2/2013) Naudzubillah! Di sini penulis bukan berniat untuk menelanjangi, tapi inilah fakta. Apa sebenarnya yang salah? Hal ini perlu menjadi kajian dan evaluasi lebih lanjut. Dalam hasil penelitian Implementasi Sistem Pendidikan Islami di Aceh yang pernah dilakukan, berdasarkan FGD, wawancara, dan kuisioner, yang diharapkan oleh masyarakat adalah, Sistem Pendidikan Berbasis Nilai Islami seyognya menjadi pondasi dalam system pendidikan kita. Pendidikan islam yang diberikan bukan semata-mata hafalan, akan tetapi bagaimana caranya islam tercermin dari perilaku afeksi, kognisi dan psikomotorik. Bagaimana sifat jujur, disiplin, hemat, sabar, ikhlas, yang didapat dari kebiasaan baik di sekolah maupun keluarga serta lingkungan masyarakat. Bukan hanya anak didik, tapi juga lingkungan sekolah, aman, bersih, rapi  serta juga guru sebagai tenaga pendidik yang turut mencerminkan nilai islami. Mungkin di sini ada yang kita lupakan, penerapan islam hanyalah sebatas simbolis. Masih banyak kita lihat orang tua menerobos lampu merah, rasa tidak sabar pun turut diperlihatkan ketika lampu lalu lintas masih merah klakson pun bersahut sahutan, konon lagi belum seperempat detik lampu hijau menyala, bahkan hal itu pun terjadi di depan masjid termasuk ketika jam sholat. Hal ini tentu menjadi dilema bagi anak didik, ketika disekolah diajarkan taat peraturan, tapi di lapangan ia menghadapi kenyataan yang berbeda. Untuk itulah, diperlukan sinergitas semua pihak dalam pelaksanaan mengajarkan nilai-nilai islami, jangan ada mata rantai yang terputus. Sehingga dalam contoh kecil, nantinya berkurang kekhawatiran orang tua, sepeninggalnya mampukah anak menjadi imam ketika ia sudah tiada. Oleh karenanya dibutuhkan suatu system islami yang menjadi substansi dalam perilaku seluruh masyarakat aceh, yang mana hal ini mampu menjadi warisan bagi generasi penerus. Akhirnya, syariat islam tidak lagi menjadi paksaan akan tetapi menjadi kesadaran yang hidup dalam diri manusia, tidak lagi dalam aturan, no ngankang, no nari yang justru menjadi cemoohan orang belaka. Sedikit mengutip pendapat Prof Yusni jangan kita mengumbar kita adalah kota dengan syariat islam ngeri kita berbicara islami sementara keadaan masih seperti ini, tapi sebutlah dan wujudkan kotamadya ini dengan kota madani. Baik faktor orang, bangunan, system semua bersifat madani. Kota yang bersih, nyaman, pendidikan yang berkualitas, bebas korupsi, penipuan, tindakan kriminal, serta masyarakat yang bersahaja menjadi dambaan setiap orang. Sehingga nantinya Aceh mampu menjadi percontohan dan titik tolak cerminan sikap islami, seperti apa substansi islami itu, bukan hanya syariat islam yang dilambangkan dengan symbol dan hukum semata. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mampu menjadi masukkan dalam desain syariat islam di Aceh kita tercinta ini Amin.

Siti Sarah S. I.kom (yang sekarang Sudah M.Si)
Penulis Alumnus FISIP Unsyiah (Sekarang sudah alumnus UI)

Email: alsarah17@gmail.com

noted:
Ini adalah tulisan lama yang entah kenapa bisa lupa dikirimkan ke media, sebagai opini, yah tapi tidak mengapa, ini hanya tambahan wawasan dan latihan menulis.

Saturday, August 8, 2015

Pencarian-

Pencarian... hmm maknanya dalem, pencarian punya berbagai makna dan pemahaman. Pencarian keyakinan bagi mereka yg belum yakin dengan ideologinya, pencarian tujuan hidup bagi mereka yang belum menemukan passionnya, atau pencarian jodoh bagi mereka yang belum saling dipertemukan.
Ya, pencarian yang terakhir pasti bikin Blogger senyum-senyum :) apalagi ni malem, malem minggu.
Kadang ada orang yang merasa yakin kalo pasangannya adalah jodohnya, tapi ada juga yang tidak demikian, mungkin bagi mereka menghabiskan waktu tenaga dan biaya bersama kudung mengasyikkan ketimbang punya sebuah komitmen dal suatu ikatan yang dinamakan pernikahan.
Menarik memang kalau membicarakan pernikahan, dua manusia yang saling mengikat janji suci sehidup semati, perempuan akan menjadi istri dan sang pria akan menjadi suami. Sehingga akan tiba waktunya wujud cinta mereka akan terlahir kedunia dengan tangan dan kaki mungilnya dan mereka siap dipanggil ibu dan ayah.
Memang, untuk menjadi orang tua butuh persiapan, persiapan yang matang agar jauh dari kesalahan yang kudung dialami orang tua mereka dahulu yang paling tidak biar mereka yang merasakan 'kekeliruan' tersebut. Membaca salah satu kutipan adik angkatanku, "bahwa menikah bukanlah lomba", ya memang, menikah adalah rahasiaNya, menikah bukanlah prestise, tapi menikah karena sudah memiliki kesiapan secara fisik dan mentalnya (for both).
Kesiapan juga untuk menjadi yang terbaik. Si perempuan meyakinkan pria bahwa ia akan menjadi istri dan pendamping yang terbaik. Begitupun pria yang meyakinkan perempuan yang akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya bahwa ia akan menjadi suami yang bertanggung jawab, memimpin, mengayomi, juga menjadi ayah yang baik, yang bisa menjadi contoh atas keberhasilan ataupun kegagalan yang dilaluinya untuk keturunannya kelak.
Pernah juga baca entah dimana, Mencari pasangan bukan hanya sekedar mencari calon suami, tapi juga mencari ayah yang tepat untuk keturunanmu kelak. Mencari pasangan bukan hanya yang cocok denganmu, tapi pastikanlah dia akan menjadi ayah yang keren untuk anak anakmu nanti ^^.
¥cerita melow di malam minggu¥

Monday, July 13, 2015

ikut konferensi Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC)


Pada 20 April 2015 lalu, aku dan k farah mewakili CTCS dalam mengikuti poster exhibition terkait penelitian Tembakau yang di adakan di Yogyakarta kerjasama dari Muhammadiya Tobacco Control Center (MTCC) dan John Hopkins Bloomberg University, serta The Union. Pada dasarnya main acara adalah pemaparan hasil penelitian para Tobacco Researcher yang terpilih dan memenangkan Grant, selain itu poster exhibition masih terkait tobacco research yang diikuti lebih kurang 100 lebih peserta, termasuk CTCS untuk memaparkan hasil penelitian yang  berjudul Understanding Online Petition as Potential Medium for Tobacco Control Advocacy dan Women and Smoking: a Case study of women’s role in household Expenditure dalam bentuk poster. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menambah link para penggiat yang peduli dengan dapak Tobacco, dari segi kesehatan, ekonomi, social, dan hukum.
Acara berlangung selama 4 hari 3 malam di Hyatt Regency Hotel Yogyakarta, 
pada hari pertama ada beberapa presentasi, di antaranya, pemaparan alasan mengapa pentingnya Tobacco Research dilakukan, kemudian, pendekatan TI kepada petani industry dan kelompok tertentu, serta bagaimana dampaknya harga rokok yang murah menyebabkan tingginya belanja rokok bagi rakyat miskin, sementara TI menjadi industry yang terkaya baik dalam tingkat Asia, maupun Indonesia. 

 ada sekitar 100 an poster Tobaco Research (TC) yang diikutsertakan
Pada hari ke2
Acara masih berlanjut, terutama pemaparan penelitian para pemenang Grant, di antaranya adalah viabiltas (keberlangsungan) pemerintahan yang menjadi penyebab tidak dilaksanakannya ratifikasi FCTC, Menkes dan Muhammadiyah dapat mendorong ratitifikasi FCTC, dengan; pendekatan social dengan persaingan SDM, ekonomi dengan Program Asuransi Kesehatan, politik dengan agenda Post- 2015. Ada juga penelitian lainnya terkait studi analisis Iklan rokok di media Koran nasional. Kemudian masih dalam lingkup media, P irwan Julianto (kompas) menjabarkan bagaimana dilematis media dalam advokasi kesehatan baik secara politis, maupun kontroversial., mereka yang mayoritas perokok aktif malah menjadi minoritas disebabkan masyarakat Indonesia yang kurang memiliki kesadaran untuk mengutamakan kepentingan bersama. Oleh karenanya perlunya melitigasi isu-isu mengenai efek kematian, maunpun dampak lain yang dialami perokok pasif. Hal ini akan mengundang perhatian pers, masyarakat, dan para pejabat public.
Sempat Foto sama (kiri ke kanan) Pak Made (Ketua IAKMI Bali) dr. Suwarta Kosen (yg namanya sering di daftar pustaka) dan pak Irwan Julianto (health publication dari media kompas) 
nah pada malam harinya kami disuguhkan penampilan drama Rama & Sinta
pertunjukan drama dongeng rama dan shinta
Foto bersama anak2 SFA
Hari ke 3
Yang menarik dari hari ke 3 ini adalah salah satu present mengenai pendapatan daerah Toli-toli melalui iklan rokok ternyata tidak sebanding dengan pengeluaran pemerintah untuk mencover jaminan kesehatan terhadap penyakit yang disebabkan rokok, justru, pemerintah harus mengeluarkan dana hingga 2 x lebih besar (dibanding pendapatan daerah karena iklan rokok) untuk mencover penduduknya yang memiliki masalah kesehatan (penyakit yang terindikasi disebabkan oleh konsumsi rokok)
Di hari yang sama juga kami sempat bertemu dengan pak Harso bupati Kulon Progo yang melarang keras iklan rokok di daerahnya, dan sudah mulai mengadvokasi daerah-daerah lain untuk mengikuti jejaknya. ( ini bapak TOP Bangeet!, mudah-mudahan bisa diundang ke Aceh nantinya)
Foto Bersama Bupati Kulon Progo, yang melarang keras keberadaan iklan rokok di daerahnya (semoga banyak pemimpin yang nerusin idealisme Bapak ya!! Amin)
Nah,,, malamnya kita diundang makan malam bersama di sebuah restoran mewah, uwmmm namanya apa ya, kalo gak salah keraton, ah lupa! serunya naik bus rame2an, bareng anak2 Smoke Free Agents (SFA), 

MAkan malamnya seruuuu banget, dan heboh bgt! sampe2 akupun jadi terkenal karena di cengcengin hahah paraaah :,D., dan akhirnya dipaksa menyanyi di depan para TC seindonesia






Hari ke 4
Merupakan hari penutup, Mark dan Kalina memaparkan bagaiman riset tobacco yang baik, CDC tobacco Surveillance System dengan menggunakan data acuan seperti GYTS (Global Youth Tobacco Survey), GATS (Global Adult Tobacco Survey) dan TQS ( Tobacco Question for Surveys). banyak situs penyedia data yang bisa dijadikan rujukan penelitian terutama dalam hal Tobacco studies.
Dan akhirnyaaa taraaaa Foto bersamaaa
Foto Bersama Penggiat TC seIndonesia :D

Dan sayang sekali akupun harus berangkat pukul 1 siang karena pesawat jam 2, sementara acara masih berlangsung hingga pukul 2.30 sore. 

Nah...untuk lebih lanjut, bahan- bahan conference yang dipaparkan silahkan unduh di http://www.itcrn.org/conference-2015-materials/
ya mudah2an lain waktu bisa mengulang lagi perjalanan seperti ini, senang sekali memiliki banyak kenalan dari mereka yang sama-sama penggiat anti tobacco. ini menandakan bahwa kita engga sendirian untuk membela hak kita untuk menghirup udara bersih, juga demi menjaga generasi penerus kita yang engga lagi dibodoh-bodohi oleh rokok dan antek-anteknya.




Sunday, February 15, 2015

Tentang Tuhan dan Dosa...

Seandainya berdosa padaMu tidak menyebabkan karma... seandainya... Engkau tidak selalu benar... seandainya kita saling mendengar, mungkin kita akan menjadi tim. Tim dalam menghadapi hidup.. bukan karena siapa yg berbicara, bukan karena kedudukan ku lebih rendah, tapi kita adalah tim dengan posisi yg bisa berganti..
Ahhh ini tentang Tuhan dan dosa...

Sunday, February 1, 2015

Meditasi

Minggu kemarin aku pergi ikut acr woman social movement 'granita' pelatihan ghost marketing dan keseimbangan pikiran dalam meditasi. Penekanan pada the power of giving dan peningkatan sensivitas. Kali ini dipandu kang dani dan om dev. Aku pribadi baru kali ini ikut meditasi dan ternyata tidak jauh beda dengan yg telah "kita lakukan". Butuh fokus, konsentrasi ekstra, dan puja puji untukNYA. Banyak org2 baru dan semuanya welcome. Diskusi yg alot dan sharing kemampuan yg menambah ilmu pengetahuan. Di sini kita kumpul beragam etnis, agama, dan kepercayaan. Tanpa pernah sedikitpun merasa diri paling  benar dan salah, karena kita hidup berdampingan. Saling mongkoreksi pikiran negatif yg masih sering terucap, meskipun kita ngobrol dengan santai tapi bermakna. Misalnya;  "kalo kita uda tuwir sukanya visual ya" trus langsung ada yg mengoreksi "mba, yg terbayang saat mengatakan kata tuwir apa coba. Kalo saya terbayang renta, peyot, kerutan diwajah, kulit mengendur. Kalo mba juga berpikiran seperti itu, hal2 itu akan diprogram oleh otak dan membuat mba makin terus menerus terlihat tuwir" si mba nya jawab "lah kan memang usia ga bisa ditolak" "iya benar, tapi kita tetap punya pilihan. Seperti saya, saya sadar saya 40 lebih, tapi saya memilih, 40 yg dewasa, bijaksana, menarik, disenangi, memotivasi orang banyak, bukan sebaliknya." Karena kita yg akan menentukan diri kita seperti apa".
Iya sih memang benar, sering kita membacanya dibuku2 motivasi, tapi memang jarang sekali kita melihat aplikasinya dalam kehidupan sehari2. Nah guys, mulai sekarang mari kita ubah pola kita untuk berpikir yang baik2 saja, alam juga pasti akan memberi kita yang baik2. Menceritakan yg baik2, akan datang hal yang sama, begitu juga menceritakan hal2 sedih, jelek, susah akan datang hal yang sama juga kepada kita. Berilah kasih sayang dan jadilah cahaya untuk orang meskipun sekecil apa pun bentuk pemberian itu, tanpa pernah mengharapkan kembali.

Thursday, January 15, 2015

Hidup itu singkat mameen

I would like to share to you guys!
Hari ini semangat balik lagi, mudah2an awet ya ngat!
Hidup ini memang cuma sebentar, terlalu lama bagi orang yg ga punya tujuan, tapi terlalu singkat bagi orang yng memiliki segudang pencapaian dan rencana kehidupan.
Hidup ini singkat mameeen
Kata seorang teman, hidup terlalu singkat untuk belajar dari kesalahan, makanya kita sebagai manusia yg berakal dan terus belajar dari kesalahan yang dibuat orang lain. Oleh karena itu, jangan mau menyia2kan waktu yg singkat ini untuk membuat kesalahan. Semangat jumat sisbrow 😃

Friday, January 2, 2015

Hisab nyang membawa hikmah

Samlekommm neteupeu thon baroe 2015 ilon geujak u lembang ngon ngon kampus lon, na yoga, ade, kura, mba yenny, intan, tije, dika, lidya. Tanyoe bebakaran sosis, jagung, ngon shabu2. Tapi, sayang lon hana get badan sang, lam perjalanan badan nyoe leupi that, gemetaran... lon pi hana teupeu pakon. Tapii nyang lon salute, awaknyan kon ngon senang2 mentong, awaknyan perhatian keu lon yg hana get badan... hm hm lagee ade lakee jeket keu yoga, yoga siat2 tanyoeng keadaan lon, ka yenny geujaga lon teungeut, kura geubrie ubat keu lon, intan ngon tije pih. Haah lon karap sadar kadang yg kita yakini ngon akrab han ek dibawa susah, cuma seunang mentong. Lon akui, saket watee nyoe saket terparah, lon hana pernah saket lagee nyoe muntah mencret, meriang, saket ulee teramat sangat, untung jih juga na ngon kos lon putri ngon astri, viona pih...makasi beuh.. tapi.. yg paling berperan memang droeneuh abaang T_T makasih beulheuuu ka nyembuhin dari jaoh, bedosa lhon, maaf beuuh hwaaaa 😢😭😭

Monday, December 29, 2014

Traveling

Is there anyone who doesn't like to go to traveling? I nothing so. Everyone will excited, either do I.
It's kind of proud, while you telling story in your elderly to your grandchild about your adventures. But in fact you have to earn money to get that joyful, right? And of course there is a time when you explorer the world with people who you loved to share the joy and happiness together. It will more meaningful right? So, let's earn money, saving, and spent with your life partner. Of course with partner with same passion isn't? 

Thursday, December 18, 2014

What next?

Wuhuuu akhirnya kelar sidang proposal thesis, whooosaah.
Proses sidang yg lebih nyantai dengan penguji dan pembimbing yg baik hati dan superb keren!!! Terimakasih Prof Martani... terima kasih Pak Firmaaaan :D! 2 more to go! Ujian bahasa mandarin dan 1 lagi tugas uas yang harus dikelarin secara baik dan bijaksana wohoo! Setelah itu? Hmmm setelah itu ntar ada rencana lain kok teunaang
Apa rencananya???? Hmmm nantikan episode berikutnya ya cyin. Biar penasaran ajjah

Friday, November 14, 2014

Islam is not a symbol gan!!!

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan pemberitaan misi kristenisasi pada kegiatan CFD di Jakarta. Sebagian orang mengecam tindakan tersebut, dan yang lainnya mengatakan kalau hal itu sah sah saja, toh kita hidup di negara multireligi. Dan tidak lama setelah kejadian tersebut, muncul juga beberapa pemberitaan tentang demo organisasi masyarakat yang mengataasnamakan dirinya Front Pembela Islam. akan tetapi sayang, nama Islam yang mereka bawa sama sekali bukan cerminan Islam yang cinta kedamaian, menghargai, dan toleran terhadap umat beragama lain. Mereka melakukan demo besar-besaran untuk menuntut digulingkannya PJ DKI 1 dan umpatan umpatan yang tidak pantas diucapkan jika membawa nama 'Islam'. Tidak lama kemudian, socmed kembali dihebohkan dengan sajadah yang bersimbolkan sex, iluminati, lambang israel, dan simbol negatif lainnya, simbol yang tidak tampak menjadi tampak dengan 'analisa' yang diberikan. Fenomena-fenomena terkait dengan agama yang luar biasa beberapa hari kebelakang ini. Mungkin beberapa orang menganggap hal ini harus menjadi perhatian serius, tapi sebagian lagi menganggap, urusan agama adalah urusan aku dengan TUHAN. bagi saya, itulah  mengapa habluminallah adalah tempat teratas dalam sillaturrahim yang diwajibkanNYA. ketika orang dengan simbol simbol alim akan tetapi tidak mencerminkan sama sekali dalam keseharian dan perbuatannya, seperti mengumpat, memfitnah, sombong, riya, menipu, yang menyebabkan kerugian dengan orang lain. maka jangan berharap hubungan ke TUHAN akan baik. tetapi, jika ada orang yang atheis sekalipun, sangat menghargai sesama manusia, ikhlas, dermawan, santun, saya yakin dengan sangat, hubungan ke TUHAN pasti akan baik, karena sifat baik tersebut adalah sifat keTUHANan yang dimiliki orang tersebut.
tulisan bersambung... mau lanjut thesis dulu nyaak hihiihi

Monday, September 22, 2014

I want you

I wonder where were you in every single step i take? For every decision i've made, every happy things that passed which i want to share?
The most important thing is "WHO ARE YOU?"

Friday, September 5, 2014

Cita cita

Bicara tentang cita-cita...semua orang pasti punya cita cita, dari kecil kita selalu diajarkan dan ditanya tentang cita cita, mau jadi insinyur , dokter, pengusaha, atau hanya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Masa kecil memang menyenangkan kita bisa menyebutkan apapun yang kita mau tanpa harus tahu konsekuensinya. Semakin dewasa kita pasti semakin punya pikiran mau jadi apa ke depannya, apa sekolah tinggi2 hanya untuk menjadi ibu rumah tangga? Sayang donk? Engga jugaa. Setiap org punya alasannya, kalo kata Dian Sastro
Seorang ibu siapapun dia harus berpendidikan, karena akan melahirkan dan mendidik anak2 yg juga berpendidikan, lebih kurang sih gitchuu.. pendidikan tinggi memang penting, tapi lebih penting lagi sejauh mana pendidikan yang kamu capai itu bisa bermanfaat untuk orang lain.
Hmmm kembali ke cita2, dulunya aku punya cita2 ingin jadi pengajar, praktisi, pengusaha... wahhh banyak ya.. hehehe tapi semakin menjalani hari2 semakin aku sadar bahwa bukan itu sebenarnya cita2ku, cita2 ku adl... mau tau banget kaaak? #lah
Sepertinya hal yang menyenangkan menjadi inspirasi bagi orang lain, itu yg menjadi cita2ku sekarang, paling tidak, menjadi inspirasi bagi anakku kelak, then she/he says "i want to be like you mom"
Trusss cita2 kamu apa?

Friday, August 29, 2014

Memulai Gerakan Perempuan

24 Agustus 2014, aku bersama teman-teman melakukan gerakan sosial untuk mengajari anak-anak panti asuhan. Dan panti asuhan yang beruntung adalah yang dikelola oleh Turki, bernama Istanbul Orphanage Complex Aceh Besar.  Gerakan ini didasari oleh keinginan kami bahwa perempuan Aceh juga peduli terhadap kehidupan sosial. Peduli dengan cara berbagi tidak hanya bisa dilakukan dengan membagi materi, tapi juga bisa melalui ilmu dan keahlian yang dimiliki. Saat ini, ada beberapa anggota yang tergabung di dalamnya, yaitu Rizki Maulida, Ella, Raisha Azhary, Desma, Arisa, Pocut, Wanti, dan semoga saja anggotanya bertambah, amiiin. Bagi aku, mereka adalah perempuan-perempuan Aceh yang patut diancungi jempol, berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, seperti aktivist, staff pejabat, peneliti, pekerja kantoran, dosen, dan lain sebagainya mereka memiliki kemampuan dan semangat berbagi dengan orang lain yang secara sosial kurang beruntung.

Salah satu yang kami bagikan adalah tutorial make up dan kreasi hijab wisuda yang dimentoring oleh Ella. Oleh Umi sang ibu pengelola panti, membatasi anak-anak yang hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu hanya boleh diikuti oleh anak-anak sma dan yang sudah kuliah saja, meskipun ada beberapa yang masih smp hanya untuk sekdar melihat tapi tidak diperkenankan untuk praktik dahulu. Setelah kami semua berkenalan, maka kk mentor pengajar mulai memperkenalkan terlebih dahulu alat2 make up. anak-anak pun dibagi perkelompok dengan masing-masing kelompok mempraktikkannya dengan menggunakan alat-alat make up yang telah dipersiapkan. Riang, senang, Lucu-lucuan, namun serius,hal -hal seperti itulah yang kami tangkap pada pertemuan itu. uhh andai saja ingin lebih lama di Aceh... semua anak-anak sangat antusias mengikuti tutorial ini, banyak trik dan tips yang diajarkan dalam bermake up dan berhijab yang diajarkan oleh kak Ella dalam waktu kurang lebih 2x 60 menit. Dengan kegiatan ini mudah2an anak-anak panti ini memiliki kemampuan dalam kaitannya dengan penggunaan make up dan kreasi hijab wisuda, ilmu yang diberikan bukan hanya bermanfaat untuk dirinya tapi juga menjadi peluang usaha untuk penyewaan jasa make up dan kreasi hijab wisuda yang tentunya menjadi pemasukan ekonomi yang bermanfaat untuk mereka. kedepan, diharapkan kegiatan atau gerakan-gerakan seperti ini akan menjadi virus positf khususnya bagi anak2 muda aceh untuk mulai memikirkan manfaat dan kontribusi yang bisa diberikan kepada daerahnya meskipun melalui hal yang sekecil ini.

Monday, June 30, 2014

IRMA (Gerakan Ibu Pertiwi Memanggil, bukan lembaga bukan organisasi)

Samlekooom!!
wohooo uda lama banget ga nulis ini, gw sign in ini blog kudu harus disapu dan laba-laba sudah berkonspirasi mulai membangun dan merajut istana. nah Lo!
maklumada beberapa hal yang baru aku lalui, mulai dari ikut psikotes applying for corporate communication officer di wahana artha, anak perusahaan astra, psikotes yang cukup melelahkan, tapi ya belum rezeki mereka sehingga aku ga dipanggil hihihi, sebagai pemateri di national conference tobacco mengenai rokok dan perspektif gender (penelitian yang dilakukan oleh k ijan tentang rokok pada istri nelayan di aceh besar, penelitian ini menekankan bagaimana budaya patriarik di aceh turut mempengaruhi budaya dalam rumah tangga, khususnya dalam hal pendapatan, yang mana perempuan tidak memiliki hak untuk melarang suaminya meminta jatah rokok meskipun keuangan sudah diserahkan ke istri. padahal uang jatah rokok perhari juga tidak mampu  menutupi kebutuhan harian. di sisi lain, uang jatah rokok bisa disaving untuk keperluan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan penghidupan yang lebih layak.nah yang sekarang ini aku ikut dalam sebuah gerakan yang dinamakan dengan gerakan IRMA (Ibu Pertiwi Memanggil) para wanita yang berprinsip untuk memajukan perempuan-perempuan indonesia untuk lebih mandiri dan mampu menunjukkan kualitas diri tertutama melalui media. pada awalnya perkumpulan ini adalah wadah bagi para caleg wanita yang gagal menuju kursi senayan, padahal mereka adalah orang yang sangat berkualitas dan memiliki potensi untuk pembangunan Indonesia. salah satunya adalah K Dian, sepulangnya dari luar negeri, ia berniat mengabdikan dirinya di tanah kelahirannya, Cianjur, Jawa Barat. ia mendirikan klinik gratis dan memberdayakan masyarakat di kampungnya untuk menghasilkan batik cianjur. akan tetapi ketika ia menyalonkan diri menjadi caleg, suara yang diraihnya hanya sedikit, dikalahkan dengan anak bupati yang juga ikut nyaleg. seiring perkembangan waktu, kita juga melihat, ternyata tidak hanya caleg perempuan yang memiliki potensi untuk di ajak bergabung di IRMA ini, akan tetapi beberapa perempuan lain seperti budayawan, pengusaha, hingga pendidik juga memiliki andil untuk melakukan perubahan dan perkembangan pembangunan perempuan-perempuan indonesia. contoh lain seperti clarence victoria, di usianya yang masih sangat muda 22 tahun, ia telah memiliki usaha Makeup Professional Class dan memiliki 1500 murid lebih yang mampu mengajarkan wanita-wanita untuk ber make up. dan kini ia bergabung dengan salah satu yayasan, dan sudah membangun sekolah gratis di NTT.

Saturday, January 25, 2014

cerita di penyangga Tapal Batas Sumatera (Pulo Bunta/ Pulau Bunta)


Kali ini aku memposting tulisan tentang pengalaman backpackeran bersama teman-teman Aceh Adventure di masa liburan.
Sabtu 11 januari 2014, aku beserta rombongan aceh adventure, ada k wanti, yuli, putri, k cut, k Juliana, fahry, rahmat, sanca, b iqbal, yassir, ampon, rifky dan silman berkumpul di pos Aceh Adventure yang tepat berada di depan Polsek Kuta Alam Banda Aceh. Kami akan menuju Pulo Bunta, yaitu Pulau yang termasuk salah satu desa dari 26 desa kecamatan Peukan Bada, kabupaten Aceh Besar. 
Prepare to Pulo Bunta

Pulau Bunta ini memiliki tiga dusun, Ujung Bada, Mon Teungoh, dan Ujung Bilih, Sebelum Tsunami, Pulau ini dihuni lebih dari 60 KK, tapi setelah Tsunami hanya sekitar 40 an KK. Bukan sebagai tapal batas, tapi penyangga tapal batas, semaentara pulau terujung merupakan pulau Rondo. Perjalanan dimulai dengan menggunakan boat khusus, yaitu milik penduduk/ nelayan pulau bunta, setiap boatnya sebenarnya muat 13 orang, oleh karenanya, kami dengan jumlah 15 orang ditambah 6 orang penduduk asli pulau bunta termasuk pawang menggunakan 2 buah boat dari pulau tersebut. Tetapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, apalagi dengan menggunakan boat kecil, setiap boatnya hanya diisi dengan 10 penumpang sahaja. Kami berangkat dari pelabuhan Tempat Penampungan Ikan (TPI) yang ada di Lamteungoh, Aceh Besar. 
TPI Lamteungoh Aceh Besar

Perjalanan memakan waktu lebih kurang 1 jam 15 menit. Perjalanan 60 menit lebih itu sama sekali tidak membosankan, karena disepanjang jalan, banyak kita temui pulau-pulau Aceh lainnya, seperti kawasan wisata Lhok Mata-Ie, Pulau Batu, Pulau Tuan (yang konon katanya tempat yang asyik buat Diving), dan Pulau-pulau lainnya. 
Pemandangan pepulauan di sekitar pulau Bunta (kiri ke kanan: Lhok Mata ie, Pulau Batu, Pulau Tuan)





Hamparan birunya laut memuaskan pemandangan bebatuan besar di pulau juga menambah ketakjuban akan ciptaan Tuhan. Meskipun agak sedikit pusing dengan asap dan tidak terbiasa dengan bunyi boat, akhirnya tibalah kami di tepian pantai Pulau Bunta. Selama 2 hari satu malam kami ditemani oleh Pak Aryadi ketua pemuda pulau Bunta, beliau sangat ramah dan welcome sekali kepada kami dan pendatang pulau Bunta. Beliau sangat ingin suatu saat pulau ini dikenal bukan hanya masyarakat local tapi juga masyarakat internasional, sehingga nantinya bermanfaat dan mendatangkan hasil bagi masyarakat pulau tersebut. Berkat jasa beliau dan kelompok kecilnya mampu meyakinkan penduduk agar tidak menutup diri dan menerima masyarakat luar yang datang berkunjung.
Ini dia Ketua Pemuda Pulo Bunta Pak Aryadi sedang asyik bercerita

Sedikit Intermezo Cerita Tsunami selamat berkat insting sapi dan burung
Ketika Tsunami melanda, terdengar dentuman keras dari pulau ini, masyarakat sekitar mengira itu adalah dentuman senjata, karena di pulau ini juga termasuk tempat persembunyian dan basis angkatan bersenjata pada masa konflik. (hanya pernah disinggahi, karena persembunyiannya di pulau seberang). Ketika itu Pak Aryadi melihat ke arah laut, dentuman itu membuat surut air sehingga hampir setengah daratan lautan itu terlihat, pemandangan yang luar biasa memang. Beliau sempat terkesima sesaat, lalu tersadar ketika melihat sapi (orang aceh menyebutnya lembu) berlarian menjauh dari laut, burung-burung pun riuh ramai beterbangan. Pulau kecil yang ada di depannya juga terlihat tenggelam oleh air, sempat ia berpikir kalau pulau itu saja sudah tenggelam, apalagi rumah dan meunasah ini. Lalu sontak ia dan istrinya lari menuju ketinggian. Ketika keadaan dirasa sudah aman, ia dan istrinya kembali turun dari bukit, benar saja, rumah-rumah habis tanpa bekas (saat itu perumahan penduduknya adalah rumah panggung dan terbuat dari kayu). Akan tetapi, ada sebagian masyarakat yang tidak percaya akan datangnya bencana Tsunami, karena mereka dari pagi sudah pergi ke gunung dan tidak merasakan guncangan gempa yang maha dahsyat kala itu. Mereka beranggapan rumah-rumah mereka disembunyikan makhluk ghaib dan terus menerus berdoa meminta untuk dikembalikan. Bahkan, mereka menuding Pak Aryadi dan istrinya digelapkan matanya karena mereka tidak percaya akan adanya air laut yang sedemikian tingginya menghempas dan ‘membersihkan’ pulau mereka.

Perjalanan team di Pulau Bunta

Pulo Bunta
Menurut Pak Aryadi, dinamakan Pulau Bunta karena terlihat seperti Bungkuk Unta/ Unta yang sedang membungkuk. Tuh Liat pemirsah, kira-kira seperti unta yang sedang membungkuk gak yaaa?
Sesampainya di tepian pantai, harus rela berbasah-basahan, Karena kapal tak bisa mendarat ke daratan lebih jauh. Padahal, sudah ada pelabuhan yang didirikan oleh dinas perhubungan terkait, entah karena kekurangan dana atau apa, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik, berbeda dengan pelabuhan yang pernah dibangun masyarakat dulu sebelum tsunami yang naik/turun kapal tidak perlu berbasah-basahan, hanya saja, bangunan pelabuhan tersebut sudah dihampas Tsunami.
Atas : pelabuhan yang pernah dibangun warga
kapal mendarat sampai ke tepian pantai
bawah: pelabuhan yang dibangun pemerintah
pasca tsunami

Sesampainya di sana kami memberikan sedikit gula, kopi dan roti untuk pawang di sana, sekedar informasi keberangkatan menuju ke Pulau Bunta ini berdasarkan instruksi oleh pawang, kalau menurut si pawang dengan melihat bulan dan bintang nya oke, kita baru boleh jalan, karena beliau punya perhitungan khusus mengenai angin laut, jadi gak bisa sembarangan datang juga. Berbekal logistic yang cukup untuk 2 hari 1 malam kami pun sampai di tepian pantai. Logistic harus dibawa secukupnya, karena sesampai di sana sama sekali tidak ada kios ataupun penjaja makanan seperti dipantai wisata lainnya, 1 box mie instan sekarung beras, cukuplah untuk kebutuhan 15 orang, hanya, 3 galon air mineral ternyata gak cukup, mungkin lain kali such a good idea to bring beberapa box air mineral gelas. Akhirnya kekurangan air kami siasati dengan memasak air sumur tawar yang ada disekitar yang biasa juga sebagai air minum bagi warga setempat, tapi jujur ada rasa gak biasa waktu airnya masuk di kerongkongan, hihihi tapi hajjar aja, ketimbang haus :p.
Para lelaki abang-abang mulai mendirikan tenda untuk penginapan kami malamnya. 


Sebagian yang kakak2 mulai memasak untuk makan siang, berikut kopi acehnya yang gak pernah absen.
kopi Aceh gak pernah abseeen
Sementara sebagian lain bernarsis ria di pinggiran pantai, termasuk saya haha. Sementara ketika memasak, si babi hutan mulai menampakkan wujudnya, mungkin karena karena harum mi instan yang mengundang selera, tapi jangan khawatir, si babi gak nyerang manusia kok, termasuk ketika aku mau ke toilet, kita beradu pandang deg #eehhh salah focus, tapi karena aku manusia, aku biarkan dan mengalah biarkan dia yang menggunakan dulu sumurnya. Nah, untuk kebutuhan pembuangan jangan khawatir, kalau untuk sekedar pembuangan air kecil masih bisa dengan berjalan kaki kira2 Cuma 50 meter ada sumur tapi gak ada penutupnya, kalo buat air besar harus sedikit berjalan lagi ke rumah pawang, jadi gak perlu khawatir ada wc terbang atau wc nanem.
Hari pun mulai gelap, kita berjalan ke ujung bili untuk mengabadikan sunset, tapi sayangnya sunsetnya gak terlalu cettar karena ditutupi awan, nah di ujung bili ini kami banyak menemukan karang merah. 
Sunset di ujung Bilih


Karang merah ini unik lho pemirsah, gak banyak pulau yang memiliki kerang merah, hanya beberapa saja, dan jenis kerang ini ditenggarai sudah hampir punah.
Karang Merah di sekitar Ujung Bilih
Tapi sayang, kerang-kerang merah ini pecah dan terdampar hingga terlepas dari induknya, salah satunya disebabkan pengeboman ikan yang dilakukan nelayan yang tidak bertanggung jawab yang mengitari pulau elok tersebut. Kalau yang sudah terdampar dan mati, akan bewarna merah pucat, sementara yang masih baru, bewarna merah hati. Sebenarnya kalau airnya gak pasang, kita bisa menyeberang ke pulau seberangnya, yaitu pada pukul 11 siang, sementara pada pukul 2, air sudah mulai meninggi dan sulit bagi kita menyeberang karena karang-karang yang sangat tajam yang lumayan sulit dilalui.
Usai menikmati sunset, kita kembali ke perkemahan, memasak mie instan dan telur ala chef Fahry dkk, sementara yang lainnya memasang tenda lainnya untuk anak laki2, sementara yang lain lagi berfoto2 narsis dengan memanfaatkan cahaya dari api unggun dan senter. 

Oiyah, sangat disarankan untuk membawa lampu emergency, senter, juga power bank, karena di sini sulit mendapatkan listrik, listrik ada di daerah mercusuar, itu pun dengan menggunakan tenaga panel surya. yang letaknya cukup jauh.
Karena kelamaan menunggu nasi yang tak kunjung mateng karena angin kencang pake sangat, akhirnya beberapa dari kami ketiduran di dalam tenda, angin semakin kencang, tenda pun nyaris terbang, hingga akhirnya jam 2 pagi pawang menginstruksikan supaya kami tidur di menasah, karena tidak memungkinkan tidur di bibir pantai dengan angin yang membahana badday seperti itu. Dan akhirnya kami bobo cantik di meunasah, tidur cepat karena berencana pagi menuju iku manee untuk melihat sunrise. Dan yang uniknya, di pulau ini sama sekali gk ada monyet, dan nyamuk juga gak gigit, semut merahnya juga demikian, rombongan semutnya dibiarin aja dikaki gak bakalan gigit, ruar biasa kan =D.
Pagi dataaaang! Sudah diprediksikan kagak ada yang bangun pemirsah, ada sih tapi berat buanget buat beranjak haddeuh. Dan akhirnya jam setengah 7 pagi, selesai subuh, aku mengejar matahari di pinggiran pantai ditempat kami pasang tenda semalam. Subhanallah, matahari masi nungguin akyuwww ^^ akhirnya dapet deng puto sunrise hehehehe.
Sunrise Pulo Bunta
Selesai sarapan dengan mie instan again, kita berjalan ke daerah di mana mercusuar berada, atawa disebut dengan iku manee, perjalanan menempuh kira-kira 1 jam lah, tapi jadi lebih lama karena di tiap tanjakan kita selalu berhenti buat bernarsis ria, abis gak tahan cyiiin pemandangannya buagooos buangettt.



Perjalanan cukup melelahkan, akhirnya kami sampai di mercusuar, kalo orang sekitar sini menyebutnya menara suar.
Menara Suar
Nah, mercusuar ini masi berfungsi sebagai lampu penunjuk bagi kapal sebagai penanda bahwa di sini ada pulau. Di situ juga terletak kantor penjaga pantai yang mengawasi navigasi dan koordinat mercusuar tersebut.
Ditengah-tengah ini ada pulau cinta, karena bentuknya seperti love sendiri ditengah tapi gak bisa diseberangi, karena gak ada boat.

Akhirnya, kelelahan dalam perjalanan terbayar dengan pemandangan yang ruaaar biate di iku manee ini whoooowwh. Sampe lupa kalo tadi kami udah jalan berkilo-kilo ditengah terik matahari ditambah jalanan curam yang menanjak.

Cukup lama kami menghabiskan waktu di iku manee yang tempatnya mirip grand canyon kawe ya :p di atas bukit aku melihat jurang lautan, di jurang itu terklihat satu-satunya ikan bewarna tosca, cakep banget, ternyata ikan bayen, sayangnya sebenarnya ada segerombolan, tapi mungkin karena ingin menyendiri atau juga bisa disebabkan dengan pengeboman nelayan sekitar pulau yang menangkap ikan, jadinya ikannya Cuma satu deng. Kata pak aryadi sih, ikan itu enak, tapi aku kasian, kok dimakan sik, pan tinggal seekor T_T.


Akhirnya setelah berlama-lama dan poto keluarga, kami kembali ke peraduan, nah, kali ini penat matahari mulai kerasa, akhirnya kita berteduh dikantor penjaga pantai tadi, disambut dengan ramah oleh bapak-bapak di sana. Kamipun berleha-leha dan tegechak update2 status karena ada sinyal, juga ada tv *whaaa padaal baru sehari gak ada listrik dan susah sinyal ckckck.


Karena berniat menyeberang pulau yang dekat dengan ujung bili sebelum airnya pasang, maka kami pun beranjak dari tempat tersebut, menuju pos dan mengangkut barang-barang untuk pindah pos ke dekat pelabuhan. Akhirnya setelah makan siang, kami ke ujung bili dan ternyata air sudah agak meninggi, Pak Aryadi tetap menyebrang di pulau seberang sementara kami kembali karena kaki terasa perih dan tergores karang sangat sulit berjalan di antara karang-karang dengan air laut yang mencapai pinggang dewasa. Lagian kami kasihan menginjak karang, merusak ekosistem dan biota laut kan yak.
Sementara sang Chef memasak mie instan dan telur di atas balee (rumah kecil di pinggir pantai) kami bercengkerama dan melihat hasil jeprat jepret dari kamera yuli, k jupe, dan ampon. Ehh tetiba si pak aryadi datang dengan membawa binatang laut bewarna ungu. Cuantik beud. Namanya subang gadung. Bentuknya seperti tempurung kura-kura, dan dibaliknya ada tentakel seperti cumi-cumi. 

si bapak juga membawa keong yang asik dibuat gulai pliek u (ketinggalan di pelabuhan T_T) dan 2 ekor subang gadung tadi. Nahh, subang gadung ternyata bisa di makan pemirsah, karena penasaran, akhirnya salah satu terpaksa dikorbankan dibakar di bawah batok kelapa sementara yang satunya dilepas karena kasihan.
Tereeeng akhirnya subang gadung sudah matang, ketika dibelah, isinya seperti telur ikan, dan rasanya manceps, lezattos,  seperti rasa kerang, ada juga yng bilang rasa kepiting. Nahhh karena enak, celetuk tuh salah satu teman “mana yang tadi dilepas? Uda jauh belum yahhh” hahhaa dassarr :p
Subang Gadung

Okey then, hari udah mulai sore, makanan juga uda abis, akhirnya tiba waktu pulang, ternyata angina makin sore makin kuenceng, pertanda angin badai akan datang. Sempat kami ragu untuk balik ke banda aceh. tapi mau gimana harus back to daily routine… akhirnya beber azah, kami berangkat dengan dua kapal, kapal/ boat kecil yang aku naiki ruarr biasa serunya, seperti rafting,  hahah aku malah senang, tapi temen satunya kaka juli ehhh pucat abis pemirsah, sabar ya kaka :D dikibulin fahry abis belokan uda nyampe- cyeilee emang di laut ada belokan ya --“ sekalian aja lampu merah paaak- akhirnya kami tiba di banda aceh dengan selamat sentosa dan sejahtera. Aku bawa oleh-oleh karang merah – tapi hanya potongan kecil yang terdampar di tepian pantai, ini karena g bole bawa banyak-banyak, karena kerang merah ini harta nya pulo Bunta, harus dilestarikan- daaan satu lagi, sampah-sampah semua harus dibawa pulang ya, karena demi menjaga kebersihan alam dan tidak mencemari lingkungan, semoga semua backpacker sadar akan hal itu amiiin, kasian kan udah menikmati alamnya eh malah nyampah, bener-bener dehhh ;/.
Hasil menyampah di Pulo Bunta yang dibawa balik ke Banda Aceh

Wuiiih what a fascinating trip with a solid team Bunta island, even just two days :D. ingin mengulang petalangan lagi, tapi di tempat berbeda, next time yak. Terima kasih aceh adventure, terima kasih k wanti, k juli, k icut, yuli, putri, nadia, dea, rifky, ampon, rahmat, sanca, fahry, silman, yassir, b iqbal, such a nice experience with u guys =D dan juga pak Aryadi dan penduduk Pulo Bunta yang ramah tamah. Eiyah, sekedar informasi, bulan maret 2014 mendatang, salah satu step yang dilakukan pemerintah dan juga pak aryadi dan kelompoknya adalah mengupayakan pengadaan Boat khusus yang lebih bagus, untuk akses para wisatawan yang mau berkunjung ke pulo Bunta, semoga lancar jaya ya, dan dukungan pemerintah sepenuhnya secara serius sangat diharapkan, karena penduduk Bunta sendiri sudah mulai menerima pendatang, terbukti sangat bersikap ramah pada kami, hal ini agar Pulo Bunta yang eksotis ini dapat dikenal oleh masyarakat luar dan memberi manfaat bagi penduduk setempat, bukan hanya menjadi destinasi wisatawan local tapi juga wisatawan mancanegara. Amiiiiiin.
Penjelajah Pulo Bunta


Monday, October 21, 2013

nope

sometime.. the light of fireflies, is not enough for themselves. a listen from salemba so far :)

Thursday, October 17, 2013

Cerita Tsunami


Wohow baiklah, meskipun udah beberapa tahun berlalu, aku akan menceritakan sedikit kejadian waktu Tsunami. Well hal ini dikarenakan dorongan salah seorang teman kampusku, Lodra. Dia mendorongku untuk menceritakan kisahku melalui tulisan. Dan, satu hal lagi, dikarenakan setiap orang bertanya asalku dari mana, Aceh, nah pasti mereka akan bertanya tentang Tsunami.. hehehe
Well kala itu minggu 26 Desember, mama seperti biasa weekend selalu ke banda aceh buat menjenguk kami, secara beiau selalu nemenin ayah yang masih tugas di Lhokseumawe, dan kemarinnya (sabtu 25 Desember) kami sempat menghabiskan waktu buat menikmati pantai ulee lheue makan mie, minum kelapa, bahkan mandi di lautnya (Alhamdulillah masih dikasi rezeki umur sama Allah). Biasanya, hari minggu, aku dan teman2ku sika, ayi, memutuskan untuk bersepeda atau sekedar jalan2 pagi ke blangpadang. Tapi entah mengapa hari itu mualess bgt, dan akhirnya aku lebih memilih berlari di dalam mimpi saja. Ketika di tengah asyik berolahraga dalam nirwana mimpi, tiba2 aku tersentak kaget, serasa ada orang yang menggoyang2kan kasur, lalu aku kaget & langsung melompat dari atas kasur.. nah berhubung aku tidur di lantai 2 (kalau di Aceh, lantai dasar dihitung juga jadi lantai 1) dari bawah terdengar teriakan saraaaaaaah gempaaaaaa. Langsung dah aku ngacir ke bawah terus lari ke luar rumah, tepatnya ke kios depan rumah, takut2 rumah bakalan roboh. Gempa semakin kuat, goncangan semakin dahsyat, aku ngeliat rumah udah miring2 karena hentakan gempa, dalam bayanganku, ini rumah seperti mau runtuh. Oh Tuhaan mohon ampuuun dalam hatiku terus mengucap istighfar dan namaNYA. Jangankan berdiri, kami semua terduduk di tanah saking hebatnya goncangan. Akhirnya goncanganpun reda, kami bersama tetangga berbincang2 sesaat, lalu kembali ke rumah masing masing. Sekira 10 menit setelah gempa ada beberapa orang berteriak sambil berlalu lalang dengan sepeda motor“Air Naik!!! Air Naiiiik!!!!” “Cepat cari tempat tinggi!” apa?!! aku bingung dan panik maksudnya air naik itu seperti apa? langsung teringat film The day After Tomorrow yang pernah aku tonton gk lama sebelumnya, ya Tuhaan apa lagi ini? Gumamku. Akhirnya aku sekeluarga bergegas ngumpulin barang2 seadanya, gerak cepat ngumpulin beberapa pasang pakaian. Semua kami naikkan ke mobil, gallon air, bantal, jaket, wuihh semua lah, kayak orang mau kemping gitu, setelah semua masuk mobil, kamipun mundur dari gerbang tapi apa daya, semua orang penuh dijalanan depan rumah, semua membunyikan klakson, dengan wajah panik dan bingung mau ke mana, ada yang gendong bayi, berbaju tidur, pakai handuk, wahhh semua penuh di jalanan. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah dan menaikkan semua barang2 yang telah kami angkut tadi sekalian menutup gerbang rapat-rapat. Akhirnya aku dan beberapa ibu-ibu yang kebingungan, beberapa di antara mereka berasal dari asrama haji yang konon akhirnya diketahui banyak korban terjepit dan tergulung tombak tsunami di sana. Akhirnya kami naik ke lantai 2 menunggu apa yang terjadi berharap cemas dan getaran istighfar yang lirih terdengar. Dari atas, aku melihat banyak orang yang juga sampai naik ke atap2 rumah. Dan jalananpun sekejap sepi… Selang 3 menit, air hitam nan gelap memenuhi parit rumah, lalu datang yang juga lebih banyak, namun pelan seperti aliran air yang perlahan-lahan memenuhi halaman komplek hingga menjadi lautan hitam. Dan akhirnya mama mengambil inisiatif ke toko depan rumah untuk membeli semua makanan beras, telur, gula, minyak dll yang tentunya sempat dicatat dan akan diselesaikan di kemudian hari. Air pun semakin meninggi, aku melihat seorang gadis berjalan di depan rumahku dengan pakaian lusuh, kucel dengan rambut  dan badan yang penuh lumpur, terus terang saat itu aku mengira dia terpeleset jatuh ke dalam genangan air, karena air yang aku lihat di depan rumah baru hanya sebatas lutut. Setelah keadaan lumayan kondusif, kami berjalan kaki melihat sekitar. Masyaallah ternyata air yang tadinya genangan adalah air deras yang telah lebih dulu menghantam perumahan di sekitar kami. Mobil, mayat berhamburan, oh Tuhaaan pemandangan yang mengerikan!!! Ternyata gadis yang tadi kulihat adalah seorang korban yang sempat tergulung air. Dalam hatiku, inikah kiamat? Beberapa anak muda di komplek gerak cepat membantu mengevakuasi korban tsunami. Mayat ini bukan saja dari pantai lampulo, tapi juga ada beberapa dari Gampong Kajhu Aceh Besar yang memang letaknya sangat jauh berpuluh 2 kilo dari tempat tinggal kami.
Listrik, komunikasi juga mati, hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengungsi ke Masjid Darul Falah, gak jauh dari rumah, namun gak terkena rembesan air tsunami. Kami tidur bersama pengungsi lainnya, berdesakan, dipenuhi ketakutan dan dikejutkan beberapa kali goncangan gempa. Beberapa memasak mi instan, nasi putih, untuk dibagikan, ketika aku mau ke toilet, ternyata juga ada beberapa mayat dari korban Tsunami yang ditutupi kain kafan. Ya Allah perasaan campur aduk.
Malam pun berlalu, meskipun hanya beberapa di antara kami yang bisa tertidur. Beberapa menangis, terpisah dari anggota keluarganya, da nada juga yang sibuk mencoba komunikasi dengan sanak keluarga. Pemandangan yang gak akan pernah aku lupakan. Di sebelah kami ada seorang nenek, beliau sendiri, tampak sedih karena gak tau di mana anggota keluarga lainnya sekarang. Tapi beliau coba bersabar dan terus berdoa, beliau juga memberi kami sebungkus bumbu kacang gado2. Memang terasa sekali saling berbagi di tempat itu, senasib, seperjuangan, dan perasaan saling memiliki yang begitu besar satu sama lain. Pagi pun tiba, gempa tidak henti-hentinya hingga satu ketika gempa kuat itu pun terjadi lagi, tapi tidak sekuat yang pertama, hingga kami pun panik dan mencoba keluar dari masjid. Namun akhirnya kembali lagi mencoba tenang ditengah kecemasan yang ada. Seketika suara tangisan pun memecah suasana tegang dan istighfar yang tak henti diucapkan, ternyata ada salah seorang anggota yang bertemu di masjid, kami ikut menangis terharu ya Allah masih Syukur kaluarga ku tidak ada yang terpencar, padahal pagi itu mama berniat mau ke pasar ikan di lampulo –lampulo adalah pasar ikan yang langsung bersebalan dengan laut, sering ikan2 di sana masih segar2 karena baru diangkut dari pelabuhan dan langsung dijual di tempat-. Suasana haru pun berubah menjadi sedih tatkala kami mendengar “si Adek mana?”, “adek pergi ke Lampuuk -salah satu nama pantai di Aceh- sama kawan2 nya maaaaa” ya Allahh bagaikan di sambar petir, tangisan kembali pecah dan si ibu nyaris pingsan. Sontak beberapa orang di antara si ibu mengingatkan istighfar…istighfarr -saat aku menulis ini meskipun udah berlalu beberapa tahun, aku merinding dan menangis mengingat ini-  hingga sore tiba beberapa anggota keluarga mulai bertemu satu sama lain, aku bisa merasakan bagaimana keresahan mereka, apakah keluarganya masih hidup berada di mana wallahu.
Sore itu kami memutuskan untuk mengungsi ke rumah saudara yang berada di Ie masen, gk jauh dari masjid. Kami memasak mie instan dan apapun itu untuk menggajal perut yang masi kosong. Masih diberi kehidupan dan rezeki seperti ini membuat kami sangat ingin berbagi. Setiap mereka yang di jalanan gak sungkan kami persilahkan mampir untuk sekedar makan atau minum di tempat ini, secara kami sadar pasti mereka cari makan juga susah. Alhamdulillah komunikasi udah mulai bisa, sekarang permasalahan adalah hp yang butuh di charge, in case listrik padam. Aku sempat connect dengan kakakku yang di Kalimantan, yang terus menerus berusaha menghubungi kami, dan juga bisa telfonan sama ayahanda tercinta yang tentu sangat luar biasa khawatir dari Lhokseumawe sana. Malam mencekam, tidur dalam gelap dan kesunyian dihantui trauma yang mendalam. Berkali-kali gempa susulan terjadi, ada yang sebentar, sedang, bahkan (menurut kami) tergolong kuat. Akhirnya kami tidur dengan dengan pintu yang terbuka. Anehnya segitu gedenya pintu terbuka gak satu ekor nyamukpun mengganggu tidur kami, padahal biasanya kalau sore pintunya kudu di tutup, kalo gak, nyamuknya bersilaturrahmi & pulang sampe pagi. Kami nginap di sana sampe hari ke 3.
Sorenya kami mencoba kembali ke rumah. Menuju rumah, jalanan becek dengan bau yang berasal dari lumpur hitam. Kondisi rumah acak adut, meja dan kursi plastik yang tadinya di halaman belakang terbawa ke gerbang. Ikan piaraan yang di kolam pun udah kemana rimbanya, padahal ada 5 ekor piaraan gurami yang udah gede bgt. Tetangga kiri kanan depan belakang belum pada balik kerumahnya.
Akhirnya listrik menyala (aku gk ingat persisnya di hari ke berapa) kami pun berbenah, membersihkan rumah dari lumpur. Kalau air di depan rumah sampe sepinggang dewasa, mumpung tanah rumah kami agak ditinggikan, jadi air yang masuk gak sampe selutut. Di hari ke empat ayahanda pun tiba menjemput kami, akhirnya kami putuskan untuk mengungsi ke lhokseumawe.
Diperjalanan, kami liat Pante Pirak (supermarket besar di Banda Aceh) roboh, rata dengan tanah, banyak korban terjepit dan meninggal di bangunan berlantai 3 itu. Banda aceh sekejap berubah, pusat kota berubah menjadi tempat suram layaknya suasana pemakaman, bangunan hancur acak-acakan, tanaman gersang, ditambah lumpur di mana-mana. Pemandangan yang tidak biasa pun terlihat, di setiap trotoar jalan berjejer mayat-mayat yang ditutupi dengan kain seadanya, terpal, handuk, apalah.. Ya Allah, Banda Aceh sekejap menjadi lautan mayat. Orang orang datang menghampiri penutup mayat, satu persatu… berharap2 cemas kalau kalau jasad yang tergeletak itu adalah anggota keluarga atau saudara mereka, aku paham, antara mereka berharap itu bukanlah atau memang benar jenazah kerabat mereka. Bahkan beberapa dari mereka tak kuasa menahan tangis ketika mendapatkan keluarga, saudara, ataupun kerabatnya. Kendaraan kami terus melaju, sampai ke depan aku melihat seorang bapak berjalan dengan pakaian lusuh tanpa alas kaki, mengendong anaknya yang ternyata oh Tuhan…sudah meregang nyawa, dipeluknya erat, beliau tertunduk, wajahnya pasrah terhadap  kuasa Tuhan…astagaaa hati ini luluh berkecamuk, sedih, sediiih teramat dalam…oh Aceh lon sayang….(bahkan menulis ini pun aku meneteskan airmata mengingatnya).
Yang buat aku salut adalah kepada anggota TNI, dari hari pertama mereka langsung turun tangan membantu warga, padahal mereka sendiri menjadi korban dari keganasan gelombang tsunami, belum lepas kesedihan ditinggal anggota keluarga, belum hilang kebingungan di mana istrinya, anaknya, selamatkah? Tapi mereka langsung turun membantu warga membantu mengevakuasi korban yang kemungkinan masih terjebak di reruntuhan bangunan. Jalanan pun sudah  dibersihkan hingga bisa dilalui transportasi. Angkat topi Pak!! Kalian memang abdi Negara.
Singkat cerita, melihat kondisi masih belum stabil, kami memutuskan untuk mengungsi ke Bireun, kampung kami karena ayahku made in bireun –whoa bahasanya-. Biasanya perjalanan dari banda aceh- bireun hanya memakan 4 jam kini 5 sampai 6 jam, karena banyak jalanan yang rusak. Di bireun kami sudah agak tenang, karena jauh dari laut, aku berharap malam ini bisa tidur dengan tenang. Di antara pertengahan malam, sekitar jam 2-3 malam, ada isu air laut naik. Orang-orang ramai berteriak, Astagaaa bencana ini.. semua penduduk termasuk kami juga panic hingga akhirnya meninggalkan rumah mencari tempat yang lebih tinggi, panic sepanik-nya, dengan pakaian seadanya kami pun bergegas pergi sampai aku menumpang mobil orang yang gk aku kenal, terpisah sama ayah bunda, dan kakak2 ku. Trauma yang terangat sangat, perasaan yang berkecamuk, benarkah ada Tsunami lagi?
 Akhirnya diketahui kalau itu adalah ulah provokator yang mengambil kesempatan untuk menjarah rumah kosong yang ditinggal penghuninya. Ya Tuhaaan, masih ada ya orang seperti itu, ditengah bencana seperti ini :I.
Esoknya kami melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe. Aku bersyukur sangat kejadian Tsunami gak terjadi di kota kecil ini. Lhokseumawe adalah termasuk kota penghasil gas, di Arun, Perusahaan Pertamina ada di sana. Gak kebayang kalau ada tsunami, kota kecil ini akan ludes tersapu, ditambah dengan bau gas yang menyengat, trus juga jalan keluarnya cuma satu, jembatan cunda, kalau itu hancur, sudahlah.
Ada hal yang membuatku sedih pakai sangat.. ketika aku di lhokseumawe, aku mendapat kabar, kabar itu datang dari Anto, sohibnya cekot, dia menelpon ku dan mengabari teman curcol ku, Fazlina, menjadi korban. Dia sempat dirawat di rumah sakit bireun ternyata, tapi tidak tertolong. Aku menangis semalaman sesenggukan sejadi-jadinya, bagaimana nggak, dia teman klop ku di sma, teman curhat, senang sedih kami bersama. Tapi aku akhirnya mencoba tenang dan mengikhlaskannya.
Di kota ini aku melanjutkan sekolah ku di SMUN 1, bertemu dengan teman kecilku, wiwik, karena aku dulu sempat mengenyam pendidikan di daerah ini. Sedikit aku cerita flashback, ayahku dipindahtugaskan ke kota ini sekitar tahun 1994 ketika aku SD, masa-masa itu adalah masa di mana keadaan Aceh tidak kondusif. Ayahku yang diberi amanah memimpin sebuah dinas, kerap kali disambangi orang-orang tak dikenal, pernah suatu ketika dalam perjalanan ke daerah dekat simpang kramat hampir sampai ke bireun, mobilnya di rampas oleh yahhh you know lahh, dan masih syukur Alhamdulillah si ayah gak di apa2in, bahkan rumah kami kerap diteror akan di bom, hingga akhirnya ayah memutuskan anak2nya lebih baik di banda aceh saja, sampai akhir 1998 aku di sana, dan kembali memasuki sekolah lanjutan tingkat pertama hingga kuliah di Banda Aceh tercinto.
Nah, di SMUN 1 ini aku cuma belajar kira2 gak sampe sebulan. Di sekolah ini aku bertemu teman2 baru, salah satunya Juliana, pemain eumpang breuh –film komedi laris di aceh- yang kini udah menjadi artis ibukota dan udah merid sama Herman, gitaris Seventeen. Akhirnya, aku memutuskan melanjutkan kembali di SMUN 3 BNA, karena teman-teman sudah kembali bersekolah dan sayang uda setengah jalan. Banyak teman-teman yang menjadi korban, dan mudah-mudahan mereka tenang di alamnya dan dihapus dosanya, RIP to Riza Pahlevi, T Taufiq, Heni, Lianarita, Fazlina, Nova, Fazlina, and all of them who can’t to mention.

At least, Tsunami juga membawa hikmah bagi rakyat aceh, Thanks to the World telah memulihkan rakyat aceh dari trauma dan bencana Tsunami. Aceh kembali damai, dikenal dunia, lebih maju, bangunan juga lebih baik, tapi ada juga implikasi dari banjirnya bantuan yang diberikan, dan akan aku bahas next time ya. Terimong Geunaseh :) damai Indonesia. Dari salemba.