Is there anyone who doesn't like to go to traveling? I nothing so. Everyone will excited, either do I.
It's kind of proud, while you telling story in your elderly to your grandchild about your adventures. But in fact you have to earn money to get that joyful, right? And of course there is a time when you explorer the world with people who you loved to share the joy and happiness together. It will more meaningful right? So, let's earn money, saving, and spent with your life partner. Of course with partner with same passion isn't?
Monday, December 29, 2014
Traveling
Thursday, December 18, 2014
What next?
Wuhuuu akhirnya kelar sidang proposal thesis, whooosaah.
Proses sidang yg lebih nyantai dengan penguji dan pembimbing yg baik hati dan superb keren!!! Terimakasih Prof Martani... terima kasih Pak Firmaaaan :D! 2 more to go! Ujian bahasa mandarin dan 1 lagi tugas uas yang harus dikelarin secara baik dan bijaksana wohoo! Setelah itu? Hmmm setelah itu ntar ada rencana lain kok teunaang
Apa rencananya???? Hmmm nantikan episode berikutnya ya cyin. Biar penasaran ajjah
Friday, November 14, 2014
Islam is not a symbol gan!!!
tulisan bersambung... mau lanjut thesis dulu nyaak hihiihi
Monday, September 22, 2014
I want you
I wonder where were you in every single step i take? For every decision i've made, every happy things that passed which i want to share?
The most important thing is "WHO ARE YOU?"
Friday, September 5, 2014
Cita cita
Bicara tentang cita-cita...semua orang pasti punya cita cita, dari kecil kita selalu diajarkan dan ditanya tentang cita cita, mau jadi insinyur , dokter, pengusaha, atau hanya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Masa kecil memang menyenangkan kita bisa menyebutkan apapun yang kita mau tanpa harus tahu konsekuensinya. Semakin dewasa kita pasti semakin punya pikiran mau jadi apa ke depannya, apa sekolah tinggi2 hanya untuk menjadi ibu rumah tangga? Sayang donk? Engga jugaa. Setiap org punya alasannya, kalo kata Dian Sastro
Seorang ibu siapapun dia harus berpendidikan, karena akan melahirkan dan mendidik anak2 yg juga berpendidikan, lebih kurang sih gitchuu.. pendidikan tinggi memang penting, tapi lebih penting lagi sejauh mana pendidikan yang kamu capai itu bisa bermanfaat untuk orang lain.
Hmmm kembali ke cita2, dulunya aku punya cita2 ingin jadi pengajar, praktisi, pengusaha... wahhh banyak ya.. hehehe tapi semakin menjalani hari2 semakin aku sadar bahwa bukan itu sebenarnya cita2ku, cita2 ku adl... mau tau banget kaaak? #lah
Sepertinya hal yang menyenangkan menjadi inspirasi bagi orang lain, itu yg menjadi cita2ku sekarang, paling tidak, menjadi inspirasi bagi anakku kelak, then she/he says "i want to be like you mom"
Trusss cita2 kamu apa?
Friday, August 29, 2014
Memulai Gerakan Perempuan
Salah satu yang kami bagikan adalah tutorial make up dan kreasi hijab wisuda yang dimentoring oleh Ella. Oleh Umi sang ibu pengelola panti, membatasi anak-anak yang hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu hanya boleh diikuti oleh anak-anak sma dan yang sudah kuliah saja, meskipun ada beberapa yang masih smp hanya untuk sekdar melihat tapi tidak diperkenankan untuk praktik dahulu. Setelah kami semua berkenalan, maka kk mentor pengajar mulai memperkenalkan terlebih dahulu alat2 make up. anak-anak pun dibagi perkelompok dengan masing-masing kelompok mempraktikkannya dengan menggunakan alat-alat make up yang telah dipersiapkan. Riang, senang, Lucu-lucuan, namun serius,hal -hal seperti itulah yang kami tangkap pada pertemuan itu. uhh andai saja ingin lebih lama di Aceh... semua anak-anak sangat antusias mengikuti tutorial ini, banyak trik dan tips yang diajarkan dalam bermake up dan berhijab yang diajarkan oleh kak Ella dalam waktu kurang lebih 2x 60 menit. Dengan kegiatan ini mudah2an anak-anak panti ini memiliki kemampuan dalam kaitannya dengan penggunaan make up dan kreasi hijab wisuda, ilmu yang diberikan bukan hanya bermanfaat untuk dirinya tapi juga menjadi peluang usaha untuk penyewaan jasa make up dan kreasi hijab wisuda yang tentunya menjadi pemasukan ekonomi yang bermanfaat untuk mereka. kedepan, diharapkan kegiatan atau gerakan-gerakan seperti ini akan menjadi virus positf khususnya bagi anak2 muda aceh untuk mulai memikirkan manfaat dan kontribusi yang bisa diberikan kepada daerahnya meskipun melalui hal yang sekecil ini.
Monday, June 30, 2014
IRMA (Gerakan Ibu Pertiwi Memanggil, bukan lembaga bukan organisasi)
wohooo uda lama banget ga nulis ini, gw sign in ini blog kudu harus disapu dan laba-laba sudah berkonspirasi mulai membangun dan merajut istana. nah Lo!
maklumada beberapa hal yang baru aku lalui, mulai dari ikut psikotes applying for corporate communication officer di wahana artha, anak perusahaan astra, psikotes yang cukup melelahkan, tapi ya belum rezeki mereka sehingga aku ga dipanggil hihihi, sebagai pemateri di national conference tobacco mengenai rokok dan perspektif gender (penelitian yang dilakukan oleh k ijan tentang rokok pada istri nelayan di aceh besar, penelitian ini menekankan bagaimana budaya patriarik di aceh turut mempengaruhi budaya dalam rumah tangga, khususnya dalam hal pendapatan, yang mana perempuan tidak memiliki hak untuk melarang suaminya meminta jatah rokok meskipun keuangan sudah diserahkan ke istri. padahal uang jatah rokok perhari juga tidak mampu menutupi kebutuhan harian. di sisi lain, uang jatah rokok bisa disaving untuk keperluan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan penghidupan yang lebih layak.nah yang sekarang ini aku ikut dalam sebuah gerakan yang dinamakan dengan gerakan IRMA (Ibu Pertiwi Memanggil) para wanita yang berprinsip untuk memajukan perempuan-perempuan indonesia untuk lebih mandiri dan mampu menunjukkan kualitas diri tertutama melalui media. pada awalnya perkumpulan ini adalah wadah bagi para caleg wanita yang gagal menuju kursi senayan, padahal mereka adalah orang yang sangat berkualitas dan memiliki potensi untuk pembangunan Indonesia. salah satunya adalah K Dian, sepulangnya dari luar negeri, ia berniat mengabdikan dirinya di tanah kelahirannya, Cianjur, Jawa Barat. ia mendirikan klinik gratis dan memberdayakan masyarakat di kampungnya untuk menghasilkan batik cianjur. akan tetapi ketika ia menyalonkan diri menjadi caleg, suara yang diraihnya hanya sedikit, dikalahkan dengan anak bupati yang juga ikut nyaleg. seiring perkembangan waktu, kita juga melihat, ternyata tidak hanya caleg perempuan yang memiliki potensi untuk di ajak bergabung di IRMA ini, akan tetapi beberapa perempuan lain seperti budayawan, pengusaha, hingga pendidik juga memiliki andil untuk melakukan perubahan dan perkembangan pembangunan perempuan-perempuan indonesia. contoh lain seperti clarence victoria, di usianya yang masih sangat muda 22 tahun, ia telah memiliki usaha Makeup Professional Class dan memiliki 1500 murid lebih yang mampu mengajarkan wanita-wanita untuk ber make up. dan kini ia bergabung dengan salah satu yayasan, dan sudah membangun sekolah gratis di NTT.
