well hello, rasanya udah lama bgt gak nulis, even tough just for share something that not really important which i have to do so :p. kemana sajakah akuuu?
10 juli lalu, after represent penelitian Implementasi Sistem Pendidikan Berbasis Nilai Islami (SPBNI) dalam seminar internasional conduct by ICAOS -Harvard University- and UNIMAL, yah, alhamdulillah termasuk presenter paling kecik dan paling muda, secara, semuanya rata2 presenter s2 dan doktorat. akhirnya sertifikat internasional kudapat, meskipun tidak akan menggantikan pengalaman yang kudapat. di lhokseumawe aku menginap di wisma selat malaka, that the location is nearest to UNIMAL. berselang 2 hari 12 juni berangkatlah aku ke jakarta.
well kali ini aku sedikit cerita pengalaman di ibukota. last 13th of june, my mom n i went to jakarta, indeed i have to register that i've past the test, to entering Master Communication in University of Indonesia (UI). as we know, UI is one of the top university in Asia. i felt glad and gratefully,thanks to GOD and everyone who have gave me support, mom, dad, sista, and people who around me for mr x out there ;p , k nana, k ijan, n k pocut. luv u so much :*. i came to jakarta with my mom, we have to looking for rent room, beside, i want to get intensive class for ielts. but the second idea was unrealized because IALF don't have intensive class program ( for 1 week) yet. they just opened intensive class (for 2 weeks) in 22 june, which is you have to ready to put your name in waiting list :( because the class was fully booked. ok it doesn't matter, we've found rent room even with a high price 1.8 million rupiah /month :s -1.8 * 12 = 21.6 million rupiahs only for staying in jakarta T_T- in consideration, which is the nearest place that save (i thought so). on 3 days. we've stayed to one hotel to other, first night, in atlantic hotel, second in wisma makara, third in rent room nearest UI depok. and my mom left jakarta in 16th of June, which i have to continue my registered as FISIP UI student in 20 th June. i ve got UI identity card. well i ve spent all day long to walk around UI, going to IALF building, and also tanah abang by my self. i went there by train, bajai, angkot and also ojek. Reni and Fafa as my guide via bbm thanks to you guys :p. fafa has joined Samsung coorporate, thats why she don't have much time to accompany me. only in leisure and after work hour. at least i felt happy, in fact we watched Man of Steel in 3D Together ( a really great movie, which has many visual effect designed for 3D. the begining was dramatic and undoubtly i can't hold my tears down :'( )
well i can't told you much think, but only for refresh my writing. oh, based on my experience my suggestion are, never felt hesitate or misgivings when you were in crowded. never show up that you was incomer to other people, only ask something to people that you trust (security, or woman) , and at least never ask 'how much' to tukang ojek , because when you did it, they lying and increasing the price (only 5000 for short distance, 1-5 km, than you can give 10.000 6-11km, or you can bargain it first)
Wednesday, June 26, 2013
Tuesday, May 14, 2013
FGD di hermess... aku di antara orang- orang hebat
Seperti kataku kemarin, senin (4 maret 2013) tadi kami melaksanakan FGD (Focuss Group Discussions) di Hermespallace Hotel Banda Aceh. FGD ini sendiri dihadiri beberapa orang hebat, seperti ketua MPU Prof. Muslim, Prof Alyasa, Prof Yusni, DR Mustanir, Pak Irhamudin yang tentunya terlibat dalam pembuatan restra pendidikan NAD 2007-2013 yang salah satunya fokus kepada Sistem Pendidikan Bernasis Nilai Islami. memang sih, aku yang terrrmuda dan teeerendah pendidikannya di antara mereka2 yang hadir, secara masih es sebijik gitu loh. beda bgt sama mereka2 yang udah pada punya gelar profesor, dan embel2 magister yang ikut dibelakang nama (i wish i'll get it soon, amiiin). dari FGD ini sendiri mampu memunculkan titik terang. Sistem Pendidikan Nilai Islami apa yang sebenarnya diharapkan?
nah, kembali kita ke 3 teori bloom. pendidikan seyogyanya berdampak pada kognisi (ilmu pengetahuan), afeksi (sikap), dan psikomotorik (kemampuan/keterampilan) anak didik. nah untuk apa sebenarnya kita berkoar2 suruh anak2 menghafal ayat2 banyak2, shalat dhuhur berjamaah, hafal doa2 kalau semua itu tidak mencerminkan sikap anak didik yang disiplin, jujur, yang mampu mencerminkan nilai2 islami. disekolah diajarkan anak didik untuk tidak melanggar hukum, seperti menerobos lampu merah. tapi malah keadaan dilapangan justru berbeda, ketika orang tua menjemput atau menghantara anak, si anak justru melihat hal yang kontrast, orang tua justru melanggar lampu merah. maka dari itu, pendekatan sistem pendidikan nilai islami ini bukan hanya dari struktural (sekolah, kurikulum) akan tetapi juga melalui pendekatan kultural (berupa kebiasaan, dari masyarakat, keluarga). hingga mampu menjadikan anak didik kita menjadi anak didik yang jujur, disiplin, dan juga mencerminkan nilai islami.
nah kembali lagi menjadi pertanyaan bagi kita semua, bagaimana kita menginterpretasikan sistem pendidikan berbasis nilai islami? apakah hanya sebagai symbol? ataukah memang ilslami sebagai nilai / value yang kita harapkan.
nah, kembali kita ke 3 teori bloom. pendidikan seyogyanya berdampak pada kognisi (ilmu pengetahuan), afeksi (sikap), dan psikomotorik (kemampuan/keterampilan) anak didik. nah untuk apa sebenarnya kita berkoar2 suruh anak2 menghafal ayat2 banyak2, shalat dhuhur berjamaah, hafal doa2 kalau semua itu tidak mencerminkan sikap anak didik yang disiplin, jujur, yang mampu mencerminkan nilai2 islami. disekolah diajarkan anak didik untuk tidak melanggar hukum, seperti menerobos lampu merah. tapi malah keadaan dilapangan justru berbeda, ketika orang tua menjemput atau menghantara anak, si anak justru melihat hal yang kontrast, orang tua justru melanggar lampu merah. maka dari itu, pendekatan sistem pendidikan nilai islami ini bukan hanya dari struktural (sekolah, kurikulum) akan tetapi juga melalui pendekatan kultural (berupa kebiasaan, dari masyarakat, keluarga). hingga mampu menjadikan anak didik kita menjadi anak didik yang jujur, disiplin, dan juga mencerminkan nilai islami.
nah kembali lagi menjadi pertanyaan bagi kita semua, bagaimana kita menginterpretasikan sistem pendidikan berbasis nilai islami? apakah hanya sebagai symbol? ataukah memang ilslami sebagai nilai / value yang kita harapkan.
Tuesday, March 5, 2013
Sistem Pendidikan Berbasis Islami sebagai Substansi Pendidikan
Pendidikan
merupakan aspek penting dalam perkembangan suatu daerah. Begitupun Pendidikan
bagi masyarakat Aceh merupakan aspek vital yang turut menentukan jalannya
pembangunan. Ketentuan penyelenggaraan pendidikan Aceh tertuang dalam Pasal 6
Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan; pelaksanaan pendidikan
di Aceh didasarkan pada Rencana Strategis Pendidikan (selanjutnya disebut
Renstra). Resntra ini juga nantinya
merujuk kepada Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006 tentang
pendidikan.
Berbeda
dengan pendidikan nasional yang memiliki 3 pilar dalam pendidikan, yaitu 1)Aksestabilitas,
mencakup di dalamnya adalah perluasan kesempatan belajar dan pemerataan
pendidikan; 2) Peningkatan mutu dan daya saing, 3) Peningkatan tata kelola,
akuntabilitas dan citra publik, maka Aceh sebagai daerah syariat islam yang butuh akan sistem pendidikan
yang berlandaskan nilai-nilai islami membuat Sistem Pendidikan Berbasis Nilai Islami
(SPBNI) di daerah syariat islam ini menjadi pilar tambahan dalam penyusunan
restra 2007-2012 . Hingga akhirnya SPBNI diputuskan sebagai pilar ke 4 untuk melengkapi
system pendidikan di Aceh.
Dalam
Qanun pendidikan 23 tahun 2002, sistem pendidikan yang dikembangkan di Aceh
ialah sistem pendidikan nasional yang bersifat Islami, yaitu system pendidikan yang berdasarkan pada
Al-Qur’an dan Hadist, nilai-nilai sosial budaya masyarakat Aceh, dan filsafat
hidup bangsa Indonesia. Namun belakangan dalam Qanun No. 5 tahun 2008, menyebutkan “Pendidikan islami adalah pendidikan yang yang berbasis
Al Quran dan sunnah rasul, tentu saja akan ditafsirkan dan diolah
sendiri bagi yang bertanggung jawab menyusun Renstra tersebut.
Namun,
permasalahan timbul ketika penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
yang
mewajibkan indikator dalam setiap perumusannya. Berbeda dengan pilar lainnya
yang memiliki indikator, maka penyusun renstra menghadapi kesulitan dalam
penentuan SPBNI ini, maka disusun lah indikatornya melalui ujian tahunan yang
dilakukan oleh guru dan kepala sekolah yang bersangkutan dan hasilnya dicatat
dan didokumentasikan sebagai bagian dari penilaian siswa tahunan, dan Indikator
lainnya adalah mewajibkan para siswa, laki-laki dan perempuan melakukan shalat
Dzuhur berjamaah dan dinilai dengan absensi kehadiran bersembahyang. (Renstra
NAD 2007-2011 :36) Lebih lanjut, indikator lainnya adalah Rasio musholla per sekolah, rasio guru agama dengan
siswa, rasio buku pelajaran agama islam dengan buka mata pelajaran lainnya, semua
yang sifatnya nyata terlihat dan bisa diukur pemerintah Aceh pada waktu itu
dan sudah berjalan selama lima tahun.
Hal
tersebut bukan hanya mengundang olok olokan bahkan kritikan tajam yang
menyatakan bahwa pemerintah tidak paham benar bagaimana konsep pendidikan yang
islami.
Seperti
apa sebenarnya sistem pendidikan berbasis nilai islami itu? Jika disebutkan
pendidikan islami, maka akan terbayang pendidikan islam sarat dengan dayah,
madrasah, dan perguruan tinggi islam seperti IAIN. Padahal, dalam konsep
besarnyanya, tujuan jangka panjang penyusunan Rencana Strategis Pendidikan NAD yang
termasuk SPBNI di dalamanya adalah “Terwujudnya pendidikan di Aceh yang merata
untuk semua anak, berkualitas tinggi, bersifat islami, dan mampu menghasilkan
lulusan yang kompetitif dalam rangka terwujudnya masyarakat Aceh yang maju, adil,
aman, damai dan sejahtera berlandaskan nilai nilai ajaran Islam serta memiliki
jati diri keacehan, berwawasan NKRI dan universal” (Renstra NAD 2007-2011 : 19)
Ini
artinya, bukan hanya institusi seperti madrasah, dayah, dan IAIN saja yang
wajib menerapkan SPBNI ini, akan tetapi segala institusi berkaitan dengan
pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga perguruan Tinggi di Aceh.
Dalam
prosesnya, Sistem Pendidikan Berbasis Nilai Islami memiliki focus terhadap 6
hal, yaitu:
1. Pengembangan kepribadian islami bagi guru.
2. Pengembangan metode pengajaran berbasis nilai islami
3. Pengembangan kurikulum nasional dengan menambahkan nilai2
islam
4. Penyediaan buku teks yang diperkaya nilai2 islami
5. Pengembangan nilai2 islami dalam sekolah dan lingkungan
sekolah
6. Sinergitas dan harmonisasi proses pendidikan dalam upaya
menginternalisasikan nilai2 islami.
Dan
lagi-lagi masalah timbul disebabkan para penyusun renstra tidak memiliki
landasan kuat mengapa memasukkan 6 hal
tersebut sebagai focus dalam implementasi SPBNI. Hal ini bisa dimaklumi, karena dalam penyusunan
yang harus cepat dan sangat minim melibatkan riset di dalamnya, hingga berujung
pada bias dalam menentukan indikator keberhasilan pelaksanaan program SPBNI.
Dalam
sebuah FGD yang dilaksanakan, setidaknya sudah menemukan sedikit titik terang,
SPBNI yang tadinya sebagai salah satu pilar dalam pendidikan sudah selayaknya
menjadi Payung dari system pendidikan Di Aceh. Bahkan, ketua MPU Prof Prof. Dr.
Tgk H. Muslim Ibrahim MA menyarankan bahwa SPBNI adalah sebagai landasan/pondasi
dari ketiga pilar lainnya. Ini artinya setiap kegiatan/proses pendidikan
haruslah berlandaskan nilai-nilai islami. Jika pondasi tersebut kokoh, maka
kokoh pula tiang2 lainnya. Namun persoalan berikutnya adalah indikator apa
penentu keberhasilan pilar Sistem pendidikan Berbasis Nilai Islami tersebut?pertanyaan
lain juga terbesit, berhasilkah Pendidikan Sistem Pendidikan Berbasis nilai
islami ini?
Kenyataan
dilapangan justru kontradiktif, seperti pelajar terlibat tawuran (http://m.inilah.com/read/detail/1781757/siswa-sma-di-aceh-tawuran),
kenyataan pahit lainnya adalah Dinas Kesehatan
yang menunjukkan 70% pelajar di Lhokseumawe terlibat pergaulan bebas dan sek
bebas (http://atjehlink.com/memprihatinkan-free-sex-di-kalangan-pelajar-marak-di-lhokseumawe/)
. Dimanakah kedudukan nilai islami? ini artinya pemahaman nilai islami
belum menyeluruh, hanya sebatas prestasi dan symbol belaka.
Menurut
Prof. Yusni Sabi, Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah memasukkan
nilai islami melalui kurikulum, termasuk pembuatan buku ajar yang seharusnya
berasal dari pemerintah local, agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
masyarakat Aceh. Bukan hanya dari segi buku ajar, namun juga keberadaan sekolah
yang bersih, nyaman dan rapi juga turut mencerminkan sifat islami.
Lebih
lanjut, Prof. Dr. Alyasa Abubakar, MA juga menyebutkan pentingnya indikator sebagai
ukuran keberhasilan pelaksanaan program. Seperti apa indikator islami itu,
suara mesjid yang keras, bukanlah mencerminkan nilai islami, justru hal-hal
kecil seperti yang perlu diperhatikan. Meskipun keinginan semua pihak dalam meningkatkan
keimanan, ibadah dan akhlak bagi peserta dan praktisi pendidikan, hal tersebut
juga memiliki indikator. Seperti yang diungkapkan oleh Dr.Mustanir Yahya
menyebutkan Indikator bukan hanya dapat dilihat secara kuantatif, namun juga
ada indikator kualitatif. Menurut beliau, beberapa Metode Dalam Pendidikan
Islam yaitu dari 1)Keteladanan
(Model),
2)Nasehat
dan 3)Adat pembiasaan.
Akhirnya,
Implementasi dari semua pihak, baik pemerintah, praktisi pendidikan, juga orang
tua turut menjadi contoh dan menerapkan system pendidikan berbasis nilai
islami. Hal ini pula yang nantinya mampu mengubah paradigma penerapan syariat
islam bukan hanya sebagai symbol belaka. Bukan malah mengundang olok olokan
wajib rok, no ngangkang, hingga keberadaan institusi yang mengamankan pelaku mesum dan
razia jilbab. Inilah yang menjadi pr besar bagi kita semua, bukan hanya
pemerintah sebagai pemilik otoritas, namun juga sinergitas semua pihak yang
turut mengawasi hingga benar-benar adanya perubahan yang lebih baik
berlandaskan pendidikan Berbasis Nilai Islami di Aceh.
Sunday, March 3, 2013
Sad day in Sunday
What a shocking news on the morning, Mr Zainuddin (ai's) has been died this morning. in spite of i;ve asked about him yesterday afternoon.... be strong ayie.....
i 've remembered, ayie hugs me and cryng :(, and i told to her, "be strong ai,, this is the best for your papa, perhaps GOD gives him a freedom from his sick, i do believe he will RIP in heaven". im with her all day long with reni. we went to neheun to tomb her father, and her mom almost fainted on the land in front of grave. might be she felt down, in addition she has no eat from last night might be.
at least.. be strong ai... we love you....
Friday, March 1, 2013
kenalan dulu kita yee
hay hayyy hari ini 1 maret 2013 , perkenalkan dulu, namaku Siti Sarah. lahir 17 agustus 1987, (mungkin brojol karena petasan kali yaa) kalo di ijazah, namaku Siti Sarah, S.I.kom. lulusan FISIP jurusan komunikasi Unsyiah 2012. kalau teman2 seangkatan di FISIP memanggilku K A, panggilan yang sama dikeluargaku ;), tapiii kalo teman2 dekatku smp/sma memanggilku dengan nama 'kucing' entah dari manaaa lah panggilan itu. Ah sudahlah terlalu panjang untuk membahas nama panggilan :D.
okeeh lanjut ke pengalaman idup yang gk mungkin ditarok di cv, jadi kuceritakan di sini aja deeh,
uwmm oke dimulai dari PAST kalau beberapa waktu lalu aku sempat menjadi Teaching Asistant my Lecture K ijan untuk mata kuliah komunikasi massa yahh lumayan lah mengembalikan jiwa mengajar yang sempat terpending karena sibuk skripsi :p walaupun sebelum tamat juga pernah dipercaya menjadi TA, kemarinnya sibuk buat kue klappertaart *sekalian karena hobi dan gk pake malu narok di cafe2 ditoko juga :p kalo lebih dulu lagiii aku lebih berpengalaman ke arah bisnis, pernah punya toko buah yang kukelola sendiri walaupun saat itu cuma bertahan 3 bulan wekekekh karena anak buah -cyeee jadi bos ni ceritanya- pulang kampwung, pun lagi saat itu bulan puasa jadi sepi pembeli, pernah juga kerja di salah satu vendor selular terbesar di Indonesia, INDOSAT sebagai Costumer Service Relation walaupun saat itu aku masih itungan tamat SMA padaal syarat dan pelamar yang hadir juga tamatan S1 dan D3, tapi dengan bau kencurnya nekat apply, ketika itu yang apply sekitar 40an kalo gk salah karena testnya di 2 ruang yang berbeda, tiap ruang menampung 15-20 orang, tesnya waktu itu tes tulis, matematika, b inggris, psikotes, dan terakhir disuruh ngarang pake bahasa inggris juga wawancara inggris indonesia. alhasil yg lolos cuma 4 orang, Aku, K REna, K Ade, dan juga Novi entah kemana mereka semuaa jadi kangen :* ketika lolos kami di training jadi CS indosat yang baik itu seperti apa, Trainingnya di Medan, di kantor INDOSAT gedung Siantar kalo gak salah namanya, bener gak orang medan? HORAS!!, di sana ketemu bermacam orang, cuma gk ketemu Joshia IMB :( *yaiiiyyalaaa, dan lagii trainingnya di ruang AC dengan suhu 7 derajat Sodara2 :s kenapa gk bisa dimatikaaan? alasannya karena ACnya tersambung sama ruang server, jadi kalo kami matikan atau keciliiin aja suhunya, bisa padam koneksi server indosat semedan wikikiki jadi pingin :p.
Progressive...
saat ini aku terlibat di proyek penelitian yang bisa dikatakan proyek besar lah bersama Sedia - ICAOS, dan aku sangat beruntuuung sekali, alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan dengan berbagai orang hebat di sana kenalan baruku ada Bang Riza, K Pocut, K Nana, Pak Saiful, n of corse ada k ijan, mereka semua udah menyelesaikan magister di luar negriii sumuwaa ada yang dari belanda, jerman, mesir widiiih. Rencananya kita para tim peneiliti dengan tema Evaluasi Sistem Pengajaran Berbasis Nilai Islami akan melaksanakan FGD pada senin nanti (4 Maret 2013 pd pkl 9-12 siang di Hermes Pallace Hotel Banda Aceh. undangannya baruuu aja tadi kukelarkan, dengan bantuan tim juga. dan para undangan juga bukan orang sembarangan. ada rektor, guru besar, ketua MPU, Kadis pendidikan, komisi E DPR. yang nantinya kita para tim akan melanjutkan dengan wawancara mendalam. wahh butuh dukungan, doakan berhasil ya pemirsah :D
Future
uwmm kalo future apa yahh aku punya banyak mimpi siih tapi yah untuk apa diceritakan, aku ingat celetukkan teman "jangan mimpi terlalu tinggi, kalau jatuh nanti sakit" hahaaa, kalau celetukan teman lain malah bilang gini " jangan terlalu lama jatuh, banyak mimpi besar yang menantimu" silahkan persepsi ada kepada pemirsah :D, yang bisa kulakukan saat ini adalah yang terpenting progress, bah meunan pu dipeugah gob (biar aja apa kata orang--aceh--)
dannn untuk x ini sekian dulu bacot2nya, oh ya, tujuan blog ini sendiri aku pingin meluangkan karya2 tulisan yang mulai besok akan rutin ku upload, apakah mengenai opini, resep masakan, film favorit, dan juga untuk media aku belajar bahasa Inggris, hmhmhmm jadi kalo nanti ada salah2 as gramatically, structure or preferable words, dimaklumi yahhh tapi jangan lupa diingatkan, karena aku juga masiiiih belajar :D
sekian dulu sodara2
"Perfeksionis adalah serendah2nya standar kehidupan, yang penting adalah progress"
Kata TDW, barusan nonton di TVRI :p
okeeh lanjut ke pengalaman idup yang gk mungkin ditarok di cv, jadi kuceritakan di sini aja deeh,
uwmm oke dimulai dari PAST kalau beberapa waktu lalu aku sempat menjadi Teaching Asistant my Lecture K ijan untuk mata kuliah komunikasi massa yahh lumayan lah mengembalikan jiwa mengajar yang sempat terpending karena sibuk skripsi :p walaupun sebelum tamat juga pernah dipercaya menjadi TA, kemarinnya sibuk buat kue klappertaart *sekalian karena hobi dan gk pake malu narok di cafe2 ditoko juga :p kalo lebih dulu lagiii aku lebih berpengalaman ke arah bisnis, pernah punya toko buah yang kukelola sendiri walaupun saat itu cuma bertahan 3 bulan wekekekh karena anak buah -cyeee jadi bos ni ceritanya- pulang kampwung, pun lagi saat itu bulan puasa jadi sepi pembeli, pernah juga kerja di salah satu vendor selular terbesar di Indonesia, INDOSAT sebagai Costumer Service Relation walaupun saat itu aku masih itungan tamat SMA padaal syarat dan pelamar yang hadir juga tamatan S1 dan D3, tapi dengan bau kencurnya nekat apply, ketika itu yang apply sekitar 40an kalo gk salah karena testnya di 2 ruang yang berbeda, tiap ruang menampung 15-20 orang, tesnya waktu itu tes tulis, matematika, b inggris, psikotes, dan terakhir disuruh ngarang pake bahasa inggris juga wawancara inggris indonesia. alhasil yg lolos cuma 4 orang, Aku, K REna, K Ade, dan juga Novi entah kemana mereka semuaa jadi kangen :* ketika lolos kami di training jadi CS indosat yang baik itu seperti apa, Trainingnya di Medan, di kantor INDOSAT gedung Siantar kalo gak salah namanya, bener gak orang medan? HORAS!!, di sana ketemu bermacam orang, cuma gk ketemu Joshia IMB :( *yaiiiyyalaaa, dan lagii trainingnya di ruang AC dengan suhu 7 derajat Sodara2 :s kenapa gk bisa dimatikaaan? alasannya karena ACnya tersambung sama ruang server, jadi kalo kami matikan atau keciliiin aja suhunya, bisa padam koneksi server indosat semedan wikikiki jadi pingin :p.
Progressive...
saat ini aku terlibat di proyek penelitian yang bisa dikatakan proyek besar lah bersama Sedia - ICAOS, dan aku sangat beruntuuung sekali, alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan dengan berbagai orang hebat di sana kenalan baruku ada Bang Riza, K Pocut, K Nana, Pak Saiful, n of corse ada k ijan, mereka semua udah menyelesaikan magister di luar negriii sumuwaa ada yang dari belanda, jerman, mesir widiiih. Rencananya kita para tim peneiliti dengan tema Evaluasi Sistem Pengajaran Berbasis Nilai Islami akan melaksanakan FGD pada senin nanti (4 Maret 2013 pd pkl 9-12 siang di Hermes Pallace Hotel Banda Aceh. undangannya baruuu aja tadi kukelarkan, dengan bantuan tim juga. dan para undangan juga bukan orang sembarangan. ada rektor, guru besar, ketua MPU, Kadis pendidikan, komisi E DPR. yang nantinya kita para tim akan melanjutkan dengan wawancara mendalam. wahh butuh dukungan, doakan berhasil ya pemirsah :D
Future
uwmm kalo future apa yahh aku punya banyak mimpi siih tapi yah untuk apa diceritakan, aku ingat celetukkan teman "jangan mimpi terlalu tinggi, kalau jatuh nanti sakit" hahaaa, kalau celetukan teman lain malah bilang gini " jangan terlalu lama jatuh, banyak mimpi besar yang menantimu" silahkan persepsi ada kepada pemirsah :D, yang bisa kulakukan saat ini adalah yang terpenting progress, bah meunan pu dipeugah gob (biar aja apa kata orang--aceh--)
dannn untuk x ini sekian dulu bacot2nya, oh ya, tujuan blog ini sendiri aku pingin meluangkan karya2 tulisan yang mulai besok akan rutin ku upload, apakah mengenai opini, resep masakan, film favorit, dan juga untuk media aku belajar bahasa Inggris, hmhmhmm jadi kalo nanti ada salah2 as gramatically, structure or preferable words, dimaklumi yahhh tapi jangan lupa diingatkan, karena aku juga masiiiih belajar :D
sekian dulu sodara2
"Perfeksionis adalah serendah2nya standar kehidupan, yang penting adalah progress"
Kata TDW, barusan nonton di TVRI :p
Subscribe to:
Posts (Atom)